Emitentrust – Emiten tambang batu bara PT Resources Alam Indonesia Tbk (KKGI) mengungkapkan telah menggelontorkan dana eksplorasi yang tidak kecil sepanjang tahun 2025. Hingga Desember 2025, total biaya kegiatan eksplorasi pertambangan yang telah dikeluarkan perseroan tercatat mencapai USD 2.861.121.
Corporate Secretary KKGI, Lenny S.C, dalam keterangan tertulis pada Kamis (8/1) menjelaskan bahwa aktivitas eksplorasi tersebut dijalankan melalui anak usaha, PT Insani Baraperkasa. Kegiatan eksplorasi difokuskan pada Sub Blok Handil Bakti dan Sub Blok Tani Bakti, yang berada dalam wilayah konsesi perseroan.
Selain itu, perseroan juga tengah menyiapkan langkah lanjutan di sejumlah blok lainnya. Untuk Blok Loajanan, KKGI masih melanjutkan pemetaan geologi serta proses pembebasan lahan guna menetapkan sub blok yang dinilai paling prospektif untuk kegiatan penambangan ke depan.
Sementara itu, di Blok Separi, manajemen mengungkapkan bahwa wilayah tersebut masih dalam tahap kajian untuk dilakukan kegiatan pengeboran (drilling), bersamaan dengan proses perizinan pinjam pakai sebagian area blok.
Lenny menambahkan bahwa seluruh blok dalam skema PKP2B PT Insani Baraperkasa untuk tahap produksi telah memperoleh persetujuan dari Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Persetujuan ini menjadi fondasi penting bagi kelanjutan rencana produksi dan pengembangan tambang perseroan.
Dengan realisasi belanja eksplorasi yang terus berjalan dan izin produksi yang telah dikantongi, langkah KKGI dinilai sebagai sinyal keseriusan perseroan dalam memperkuat cadangan dan kesinambungan produksi di tengah dinamika industri pertambangan.


