back to top

ELPI Rights Issue 2,1 Miliar Saham, Potensi Dilusi 22%

Emitentrust.com- Emiten pelayaran PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk (ELPI) berencana melakukan Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD I) atau rights issue dengan menerbitkan maksimal 2.112.420.000 saham baru.

Jumlah saham baru tersebut memiliki nilai nominal Rp100 per lembar dan setara dengan sebanyak-banyaknya 22,18% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah rights issue.

Manajemen menyebutkan saham baru tersebut akan berasal dari saham portepel perseroan dan nantinya akan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) sesuai dengan peraturan pasar modal yang berlaku.

Saham yang diterbitkan dalam aksi korporasi ini memiliki hak yang sama dengan saham lama, termasuk hak atas dividen.

Untuk merealisasikan rencana tersebut, perseroan akan meminta persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan pada 9 Maret 2026.

Setelah mendapatkan persetujuan pemegang saham, perseroan akan mengajukan pernyataan pendaftaran kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) agar rights issue tersebut memperoleh pernyataan efektif.

Manajemen menyampaikan bahwa tambahan modal dari rights issue ini diharapkan dapat memperkuat struktur permodalan perseroan, sekaligus mendukung kegiatan operasional seperti, ekspansi usaha, diversifikasi bisnis, belanja modal dan modal kerja.

Selain itu, dana hasil aksi korporasi ini juga akan digunakan untuk kebutuhan likuiditas umum serta investasi yang menunjang kegiatan usaha perseroan.

Perseroan mengingatkan bahwa pelaksanaan rights issue ini berpotensi menimbulkan dilusi kepemilikan hingga maksimal 22,18% bagi pemegang saham yang tidak melaksanakan haknya dalam HMETD.

Pada perdagangan hari ini Kamis (5/3) saham ELPI anjlok 9,85 persen ke level Rp1.240.

Artikel Terkait

Mirae Asset Klarifikasi Isu Rp14,5T, Hingga Dana Nasabah

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Bareskrim Polri diketahui mendatangi kantor PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia pada Rabu (4/3/2026).

IHSG Ditutup Anjlok 1,62%, Hampir Semua Sektor Merah

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada akhir perdagangan Jumat (6/3/2026). IHSG merosot 124,85 poin atau 1,62% ke level 7.585,68.

Free Float INKP Bengkak, Cucu Pendiri Sinarmas Grup Penerima Akhir

Struktur kepemilikan saham emiten pulp dan kertas PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) masih didominasi kelompok usaha Sinar Mas.

Populer 7 Hari

Berita Terbaru