back to top

ELSA Garap Proyek Laut Dalam Raksasa di Selat Makassar

Emitentrust.com – PT Elnusa Tbk (ELSA), perusahaan jasa energi terintegrasi yang tergabung dalam Subholding Upstream Pertamina, kembali menunjukkan kapabilitas teknologi dan operasionalnya melalui keterlibatan dalam Proyek Seismik Offshore 3D Kandawulo di perairan Selat Makassar.

Proyek tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung agenda ketahanan energi nasional melalui penyediaan data bawah permukaan berkualitas tinggi guna mempercepat identifikasi potensi cadangan minyak dan gas bumi (migas) baru.

Survei seismik tersebut dilakukan di area seluas sekitar 2.500 kilometer persegi dengan kedalaman laut mencapai 900 hingga 2.000 meter. Proyek Kandawulo menjadi salah satu survei seismik laut dalam dengan tingkat kompleksitas tinggi yang saat ini dikerjakan di Indonesia.

Dalam pelaksanaannya, Elnusa mengandalkan teknologi akuisisi data seismik broadband menggunakan metode Marine Streamer. Teknologi ini memungkinkan pencitraan bawah permukaan dengan resolusi lebih tinggi dan rentang frekuensi yang lebih luas sehingga menghasilkan data geologi yang lebih akurat.

Selain didukung sistem navigasi, positioning, dan quality control yang terintegrasi secara real-time, proyek ini juga menerapkan konfigurasi slanted tow yang mampu meningkatkan kualitas signal-to-noise ratio. Dengan demikian, gambaran struktur bawah permukaan bumi dapat diperoleh dengan lebih jelas sehingga membantu mengurangi risiko dan ketidakpastian eksplorasi.

Direktur Operasi Elnusa, Andri Haribowo, mengatakan proyek Kandawulo mencerminkan transformasi Elnusa sebagai perusahaan jasa energi berbasis teknologi yang terus memperkuat perannya dalam mendukung ketahanan energi nasional.

“Melalui pemanfaatan teknologi seismik broadband dan kapabilitas operasional offshore yang semakin kuat, Elnusa tidak hanya menghadirkan data berkualitas tinggi bagi pelanggan, tetapi juga turut berkontribusi dalam membuka peluang penemuan cadangan migas baru yang dibutuhkan untuk menjaga keberlanjutan pasokan energi Indonesia,” tulis Andri Kamis (18/6).

Menurutnya, proyek Kandawulo menunjukkan bagaimana teknologi dan inovasi dapat menjadi pendorong utama dalam mendukung target peningkatan produksi migas nasional sekaligus memperkuat posisi Elnusa sebagai penyedia layanan eksplorasi energi berteknologi tinggi di wilayah-wilayah frontier Indonesia.

Artikel Terkait

ITIC Tahan Seluruh Laba 2025 Rp20,33M, Tidak Ada Dividen!

PT Indonesian Tobacco Tbk (ITIC) memutuskan untuk tidak membagikan dividen kepada pemegang saham atas kinerja tahun buku 2025. Seluruh laba bersih sebesar Rp20,33 miliar

Sona Topas (SONA) Bagikan Dividen Rp35M, Setara Rp52,83 per Saham

PT Sona Topas Tourism Industry Tbk (SONA) memutuskan membagikan dividen tunai sebesar Rp35 miliar atau setara Rp52,83 per saham kepada pemegang saham untuk tahun buku 2025.

Private Placement Tuntas, ENRG Kantongi Rp338,3M Buat Modal Dua Anak Usaha

PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) Grup Bakrie berhasil menghimpun dana sekitar Rp338,39 miliar dari pelaksanaan Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD)

Populer 7 Hari

Berita Terbaru