back to top

ERAA dan ERAL Buka Data, Istri Aguan Jadi Pemilik Manfaat Akhir

Emitentrust.com- Struktur kepemilikan saham Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) kembali terungkap dalam laporan registrasi pemegang efek terbaru. Hingga akhir Februari 2026, porsi saham publik atau free float ERAA tercatat sebesar 41,22% atau sekitar 6,57 miliar saham dari total 15,95 miliar saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia.

Berdasarkan laporan tersebut, pengendali ERAA masih berada di tangan PT Eralink International yang menguasai 8,80 miliar saham atau 55,17% dari total saham perseroan.

Menariknya, dokumen registrasi pemegang efek juga mengungkap bahwa pemilik manfaat akhir (ultimate beneficial owner) dari pengendali ERAA tersebut adalah Rebecca Halimyaitu istri dari Sugianto Kusuma atau Aguan.

Di sisi lain, saham treasuri ERAA tercatat meningkat menjadi 236,03 juta saham atau sekitar 1,48%, sementara jumlah investor tercatat mencapai 36.171 pemegang saham.

Anak Usaha ERAL Free Float 19,8%

Sementara itu, anak usaha ERAA yakni PT Sinar Eka Selaras Tbk (ERAL) memiliki struktur kepemilikan yang lebih terkonsentrasi.

Dalam laporan yang sama, free float ERAL tercatat 19,8% atau sekitar 1,027 miliar saham dari total saham tercatat sebanyak 5,18 miliar saham.

Sebagai induk usaha, Erajaya Swasembada Tbk menggenggam 4,149 miliar saham atau 80% saham ERAL sehingga tetap menjadi pemegang kendali utama.

Adapun laporan tersebut kembali menegaskan bahwa Rebecca Halim juga menjadi pemilik manfaat akhir atas kepemilikan saham ERAL melalui pengendalian terhadap ERAA.

Artikel Terkait

SAME Borong 90 Juta Saham JECX Harga Pasar

PT Nitrasanata Dharma Tbk. (JECX) menyampaikan bahwa PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk (SAME) menambah investasi dengan melakukan serangkaian pembelian saham.

TOWR Eksekusi 25,52% Saham BACH, Kepemilikan Naik Jadi 51%

TOWR, PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR), kepemilikannya, PT Bach Multi Global Tbk (BACH), anak usahanya, PT Global Telekomunikasi Prima (GTP).

BEI Umumkan 37 Saham Baru Masuk Daftar HSC, Total 51 Emiten

Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Jeffrey Hendrik, menegaskan komitmen Bursa bersama Self-Regulatory Organization (SRO), yakni KPEI dan KSEI, untuk melanjutkan reformasi pasar modal Indonesia. Salah satu langkah terbaru adalah merevisi

Populer 7 Hari

Berita Terbaru