Fortune (FORU) Rights Issue 215 Miliar Saham, Ini Jadwalnya

Fortune (FORU) Rights Issue 215 Miliar Saham, Ini Jadwalnya
Logo usaha FORU
Bacakan Artikel

EmitenTrust.com - PT Fortune Indonesia Tbk (FORU) segera menjalankan aksi Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) I atau right issue setelah pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) diperoleh pada 11 September 2026.

Dalam aksi korporasi tersebut, FORU berencana menerbitkan maksimal 215.096.316.400 saham.

PT Fortune Indonesia Tbk (FORU)  menggelar rights issue sebanyak-banyaknya 215,10 miliar saham baru dengan harga pelaksanaan Rp126 per saham.

Dengan jumlah saham maksimal tersebut, Fortune Indonesia berpotensi menghimpun dana sekitar Rp27,10 triliun melalui aksi korporasi ini, sebelum memperhitungkan biaya-biaya emisi dan mekanisme penggunaan dana yang ditetapkan perseroan.

Rencana tersebut merupakan tindak lanjut keputusan Rapat Pemegang Saham pada 22 Juli 2026. Setiap pemegang 100 saham lama akan memperoleh hak untuk membeli sebanyak 46.235 saham baru.

Saham baru yang diterbitkan memiliki nilai nominal Rp100 per saham. Dengan harga pelaksanaan Rp126, terdapat agio Rp26 per saham atas saham baru yang ditawarkan melalui HMETD.

Berdasarkan jadwal yang disampaikan perseroan, perdagangan saham dengan hak (cum-right) di pasar reguler dan negosiasi berlangsung pada 21 September 2026. Perdagangan tanpa hak (ex-right) dimulai sehari setelahnya, yakni 22 September 2026.

Sementara itu, tanggal terakhir pencatatan pemegang saham yang berhak memperoleh HMETD (recording date) ditetapkan pada 23 September 2026.

Untuk pasar tunai, cum-right berlangsung pada 23 September 2026 dan ex-right pada 24 September 2026. Pada tanggal yang sama, perseroan juga akan mendistribusikan Sertifikat Bukti HMETD (SBHMETD) dan prospektus.

Selanjutnya, HMETD akan tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 25 September 2026. Perdagangan sekaligus pelaksanaan HMETD juga dimulai pada tanggal tersebut.

Periode perdagangan dan pelaksanaan HMETD akan berlangsung hingga 6 Oktober 2026. Investor yang ingin melakukan pemesanan saham tambahan memiliki batas waktu pembayaran hingga 7 Oktober 2026.

Adapun penjatahan dijadwalkan pada 8 Oktober 2026, sedangkan pengembalian uang pemesanan akan dilakukan pada 9 Oktober 2026.


Aksi rights issue ini menjadi bagian dari strategi FORU untuk memperluas bisnis ke sektor pertambangan. Perseroan berencana menggunakan dana dan hasil inbreng setelah dikurangi biaya emisi untuk mengambil bagian saham PT Borneo Prima (BP).

Melalui skema tersebut, FORU akan memperoleh 10.780 saham Seri A Borneo Prima milik IMR AH, yang mewakili 49% dari modal ditempatkan dan disetor BP.

Sementara sisa dana yang dihimpun dari publik dalam bentuk tunai akan disalurkan kepada Borneo Prima sebagai pinjaman. Dana tersebut akan digunakan untuk mendukung kebutuhan modal kerja terkait operasional pertambangan dan aktivitas produksi.

Adapun aset yang menjadi objek inbreng telah dinilai oleh KJPP Kusnanto & Rekan dengan penilai Willy D. Kusnanto. Penilaian dilakukan pada 31 Maret 2026 dengan hasil pendapat wajar.

Dengan aksi tersebut, FORU tidak hanya memperoleh tambahan modal, tetapi juga membuka eksposur bisnis baru melalui kepemilikan 49% saham Borneo Prima.

Pada perdagangan hari ini  Senin (14/9) Saham FORU naik hingga mentok ARA atau melesat 25 persen ke level Rp4.650.