IHSG Ambles 1,70% di Sesi I, Tapi FORU dan ALKA Malah Terbang

IHSG Ambles 1,70% di Sesi I, Tapi FORU dan ALKA Malah Terbang
Lantai perdagangan saham di BEI
Bacakan Artikel

EmitenTrust.com- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali tertekan pada perdagangan sesi I, Senin (14/9/2026). IHSG anjlok 111,49 poin atau 1,70% ke level 6.429,88.

Tekanan jual terjadi secara menyeluruh setelah seluruh indeks sektoral kompak berakhir di zona merah. Sektor energi menjadi pemberat utama dengan penurunan 3,06%, disusul sektor barang baku yang terkoreksi 2,88% dan sektor infrastruktur melemah 2,63%.

Dominasi saham yang turun juga memperlihatkan kuatnya tekanan di pasar. Hingga akhir sesi pertama, sebanyak 517 saham melemah, sementara hanya 144 saham menguat dan 122 saham bergerak stagnan.

Total volume perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) mencapai 17,32 miliar saham, dengan nilai transaksi sekitar Rp8 triliun.

Meski IHSG dan seluruh sektor berada di zona merah, sejumlah saham justru mampu mencatatkan kenaikan signifikan.

ALKA menjadi salah satu saham dengan penguatan terbesar setelah naik Rp1.245 ke level Rp6.225 per saham. FORU juga melonjak Rp930 menjadi Rp4.650, sedangkan AGAR menguat Rp295 ke level Rp2.230 per saham.

Sebaliknya, tekanan besar terjadi pada saham-saham dengan harga tinggi. DCII terkoreksi Rp1.775 menjadi Rp199.325 per saham. BYAN turun Rp1.375 ke Rp10.975, sementara EMAS melemah Rp1.075 menjadi Rp7.675 per saham.

Dari sisi aktivitas transaksi, BUMI menjadi saham yang paling aktif diperdagangkan dengan 41.584 kali transaksi senilai Rp570 miliar.

Selanjutnya, LAPD mencatat 29.135 kali transaksi dengan nilai Rp81,3 miliar, sedangkan CUAN diperdagangkan sebanyak 25.957 kali dengan nilai Rp234 miliar.

Di jajaran saham LQ45, tekanan paling dalam terjadi pada Merdeka Copper Gold (MDKA) yang merosot 6,23%.

Darma Henwa (DEWA) menyusul dengan koreksi 5,74%, sedangkan Bumi Resources (BUMI) turun 5,66%.

Di sisi lain, sejumlah saham LQ45 masih mampu bertahan di zona hijau. Medco Energi Internasional (MEDC) menjadi top gainer dengan kenaikan 1,61%.

Kemudian Amman Mineral Internasional (AMMN) menguat 1,23%, sementara Sumber Alfaria Trijaya (AMRT) naik 0,80%.