back to top

Garuda Maintenance (GMFI) Minta Restu Hapus Defisit Rp3 Triliun, Ini Tujuannya

Emitentrust.com – PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI) berencana melakukan kuasi reorganisasi sebagai langkah strategis untuk menghapus seluruh saldo laba negatif (defisit) yang masih tercatat dalam laporan keuangan perseroan.

Meskipun posisi ekuitas perusahaan telah kembali positif, manajemen menilai saldo defisit historis masih menjadi salah satu tantangan utama yang membatasi fleksibilitas keuangan serta potensi pembagian dividen kepada pemegang saham di masa mendatang.

Berdasarkan keterbukaan informasi perseroan, per 31 Januari 2026 GMFI masih membukukan saldo defisit sebesar US$512,87 juta. Melalui pelaksanaan kuasi reorganisasi, seluruh saldo laba negatif tersebut ditargetkan dapat dieliminasi hingga menjadi nol.

GMFI dalam keterangannya ke BEI Jumat (12/6) menjelaskan, kuasi reorganisasi bertujuan untuk menyajikan laporan posisi keuangan yang lebih mencerminkan kondisi aktual perusahaan, memperkuat struktur permodalan, meningkatkan kualitas ekuitas, serta meningkatkan daya tarik saham GMFI di mata investor. Selain itu, langkah tersebut juga diharapkan dapat membuka peluang pembagian dividen di masa depan dan mempermudah akses pendanaan dari kreditur maupun mitra strategis.

Rencana tersebut didukung oleh kinerja perusahaan yang terus menunjukkan perbaikan dalam beberapa tahun terakhir. GMFI tercatat membukukan laba usaha dan laba bersih secara konsisten selama tiga tahun berturut-turut.

Pada 2023, perseroan mencatat pendapatan sebesar US$373,21 juta dengan laba bersih US$20,17 juta. Kinerja tersebut meningkat pada 2024 dengan pendapatan mencapai US$421,22 juta dan laba bersih US$26,90 juta. Tren pertumbuhan berlanjut pada 2025 ketika pendapatan naik menjadi US$491,88 juta dan laba bersih mencapai US$33,97 juta.

Sementara itu, pada Januari 2026 GMFI membukukan pendapatan sebesar US$41,81 juta dengan laba bersih US$2,67 juta.

Dari sisi neraca, kondisi keuangan perseroan juga menunjukkan penguatan. Per 31 Januari 2026, GMFI memiliki total aset sebesar US$831,96 juta, total liabilitas US$695,25 juta, serta total ekuitas positif sebesar US$136,71 juta.

Dalam pelaksanaannya, penghapusan defisit akan dilakukan secara bertahap. Perseroan terlebih dahulu akan menggunakan saldo agio saham sebesar US$299,56 juta dan saldo selisih nilai transaksi dengan entitas sepengendali sebesar US$1,14 juta.

Adapun sisa defisit sekitar US$212,86 juta akan dieliminasi melalui penurunan modal ditempatkan dan disetor dengan mekanisme penyesuaian nilai nominal saham tanpa mengurangi jumlah saham yang beredar di pasar.

Manajemen menegaskan bahwa kuasi reorganisasi tidak akan mengubah jumlah kepemilikan saham para pemegang saham. Jumlah saham Seri A maupun Seri B yang beredar tetap sama, sementara yang mengalami perubahan hanyalah nilai nominal saham sebagai bagian dari proses penyehatan struktur permodalan.

Rencana kuasi reorganisasi tersebut akan dimintakan persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan berlangsung pada 1 Juli 2026.

Apabila memperoleh persetujuan pemegang saham dan tidak terdapat keberatan dari kreditur, perseroan memperkirakan kuasi reorganisasi dapat efektif pada 4 September 2026 setelah memperoleh persetujuan dari Menteri Hukum.

Dengan selesainya proses tersebut, GMFI berharap dapat memiliki struktur keuangan yang lebih sehat, meningkatkan kepercayaan investor, serta membuka peluang pembagian dividen seiring dengan berlanjutnya tren pertumbuhan dan profitabilitas perusahaan.

Artikel Terkait

RUPO WIKA Gagal Capai Kuorum, Usulan Tidak Disetujui

PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) belum berhasil memperoleh persetujuan pemegang obligasi dalam Rapat Umum Pemegang Obligasi (RUPO) Obligasi Berkelanjutan I Wijaya Karya Tahap I Tahun 2020 yang digelar pada 4 Juni 2026.

TIFA Bagikan Dividen Rp4 per Saham

PT KDB Tifa Finance Tbk (TIFA) memutuskan membagikan dividen tunai sebesar Rp4 per saham dari laba bersih tahun buku 2025 dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada 11 Juni 2026.

BRI (BBRI) Buyback Saham Rp500 Miliar, Mulai Hari Ini

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) resmi mengumumkan rencana pembelian kembali (buyback) saham senilai maksimal Rp500 miliar sebagai bagian dari kebijakan menjaga stabilitas pasar modal di tengah kondisi pasar

Populer 7 Hari

Berita Terbaru