back to top

Giliran Danatama Kapital Lepas 794,7 Juta Saham BULL, Ada Apa?

Emitentrust.com – PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL) menyampaikan bahwa Danatama Kapital Investama, selaku pemegang saham telah melakukan aksi penjualan besar-besaran saham yang berdampak signifikan terhadap struktur kepemilikannya.

Berdasarkan laporan kepemilikan saham tertanggal 30 Januari 2026, Danatama Kapital melepas sebanyak 794,72 juta saham BULL melalui penjualan tidak langsung dengan harga Rp420 per saham.

Dengan transaksi tersebut, kepemilikan saham Danatama Kapital di BULL merosot tajam dari sebelumnya 975,50 juta saham (6,29%) menjadi hanya 180,78 juta saham atau setara 1,17% hak suara.

Penjualan saham dilakukan dalam rangka realisasi investasi, dengan pembeli tercatat adalah Kingswood Union Corporation dan Interventures Capital Pte. Ltd, tulis laporan tersebut Jumat (30/1).

Sebelumnya PT Delta Royal Sejahtera pada 29 Januari 2026 melepas sebanyak 443.768.956 lembar saham BULL dengan harga Rp468 per saham.

Transaksi tersebut dilakukan dalam rangka penjualan saham kepada Kingswood Union Corporation sebagai bagian dari realisasi investasi dengan kepemilikan saham secara langsung.

Pasca transaksi tersebut, kepemilikan saham Delta Royal Sejahtera di BULL turun menjadi 2,25 miliar lembar saham atau setara 14,53%, dibandingkan sebelumnya sebanyak 2,69 miliar lembar saham atau 17,40%.

Pada perdagangan hari ini Jumat (30/1) saham BULL naik 0,82 persen ke level Rp492 per lembar.

Artikel Terkait

RUPST Garuda (GIAA) Fokus Ubah Pengurus dan Saham Negara

Garuda Indonesia (Persero) Tbk dengan kode saham GIAA tidak membagikan dividen dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) tahun buku 2025 yang digelar pada 13 Mei 2026.

IHSG Ditutup Rontok ke 6.599, Saham CUAN hingga ANTM Berguguran

IHSG ditutup melemah tajam pada akhir perdagangan Senin (18/5/2026). Indeks Harga Saham Gabungan terkoreksi 124,08 poin atau turun 1,85% ke level 6.599,24.

Bos BEI Buka Suara Soal Koreksi Pasar

Pjs Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik, menilai koreksi yang terjadi hingga hari ini di pasar saham domestik masih sejalan

Populer 7 Hari

Berita Terbaru