back to top

Hasil Pertemuan OJK–MSCI, 9 Saham HSC Terancam Dikeluarkan

Emitentrust.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan hasil pertemuan dengan MSCI yang berlangsung dalam sepekan terakhir menunjukkan respons positif terhadap reformasi pasar modal Indonesia.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Hasan Fawzi menyampaikan, MSCI memberikan pengakuan atas berbagai kemajuan, khususnya terkait peningkatan transparansi dan integritas pasar.

Salah satu perubahan utama adalah transparansi kepemilikan saham di atas 1%, yang kini telah tersedia dan akan dimanfaatkan oleh MSCI dalam penilaian indeks.

Selain itu, Bursa juga telah merilis daftar saham dengan potensi konsentrasi kepemilikan tinggi (High Shareholding Concentration/HSC), yang saat ini mencakup 9 saham.

“Beberapa saham yang masuk indeks MSCI juga termasuk dalam daftar tersebut, dan MSCI menyatakan akan mempertimbangkan untuk mengecualikannya,” ujar Hasan.

Perubahan signifikan lainnya adalah peningkatan klasifikasi tipe investor dari sebelumnya 9 kategori menjadi 39 kategori. Data ini dinilai krusial dalam menentukan komponen free float yang digunakan dalam perhitungan indeks global.

Selain itu, Bursa Efek Indonesia juga telah merevisi definisi free float serta berkomitmen meningkatkan batas minimum free float dari 7,5% menjadi 15% secara bertahap dalam waktu tiga tahun.

Ke depan, MSCI dijadwalkan melakukan evaluasi indeks pada 12 Mei 2026 dalam siklus rebalancing triwulanan. OJK berharap hasil pemanfaatan data terbaru dari Indonesia mulai tercermin dalam evaluasi tersebut.

Dalam jangka menengah, MSCI juga akan meninjau kembali klasifikasi pasar pada Juni 2026. Indonesia ditargetkan tetap berada dalam kategori emerging market.

OJK mengakui bahwa dalam jangka pendek, kebijakan ini berpotensi memicu perubahan komposisi dan bobot saham dalam indeks global seperti MSCI maupun FTSE Russell. Namun, pasar dinilai telah mengantisipasi lebih awal, tercermin dari pergerakan sejumlah saham yang terdampak.

Sebagai langkah lanjutan, OJK bersama Bank Dunia dan IFC akan membentuk forum investor global untuk menghimpun masukan lanjutan guna memperkuat daya tarik pasar modal Indonesia.

Sebagai iformasi 9 emiten yang masuk kategori HSC:

Barito Renewables Energy Tbk – 97,31%
Samator Indo Gas Tbk – 97,75%
Dian Swastatika Sentosa Tbk – 95,76%
Abadi Lestari Indonesia Tbk – 95,35%
Rockfields Properti Indonesia Tbk – 99,85%
Ifishdeco Tbk – 99,77%
Satria Mega Kencana Tbk – 98,35%
Panca Anugrah Wisesa Tbk – 95,76%
Lima Dua Lima Tiga Tbk – 95,47%.

Artikel Terkait

TINS Siapkan Dividen Tunai Rp88,189 per Saham, Cum 23 Juni

PT Timah Tbk (TINS) resmi mengumumkan pembagian dividen tunai untuk tahun buku 2025 sebesar Rp656,82 miliar. Keputusan tersebut telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada 12 Juni 2026.

BTN Cetak Laba Konsolidasi Rp1,85T, per Mei 2026, Naik 54,37%

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) kembali mencatatkan pertumbuhan kinerja konsolidasi yang positif hingga Mei 2026. Perseroan bersama entitas anak, Bank Syariah Nasional (BSN), berhasil membukukan laba bersih konsolidasi sebesar

COIN Perkuat Fundamental Bisnis, Umumkan Dewan Komisaris Baru

Emitentrust.com - PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN), perusahaan...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru