back to top

Rugi MKNT Susut 93,6%, Tapi Defisit Bengkak di Kuartal I-2026

Emitentrust.com – PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk (MKNT) mencatat perbaikan kinerja dengan penurunan rugi bersih secara signifikan pada kuartal I-2025.

Berdasarkan laporan keuangan per 31 Maret 2025, perseroan membukukan rugi bersih sebesar Rp551,99 juta, menyusut tajam sekitar 93,6% dibandingkan rugi Rp8,64 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Sejalan dengan itu, rugi yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk juga turun menjadi Rp550,89 juta dari sebelumnya Rp6,89 miliar.

Dari sisi operasional, perseroan belum mencatat penjualan pada periode ini, dibandingkan tahun sebelumnya yang masih membukukan penjualan Rp237,87 juta. Kondisi ini membuat MKNT tidak mencatat laba bruto pada kuartal I-2025.

Namun demikian, beban umum dan administrasi berhasil ditekan signifikan menjadi Rp510,29 juta dari Rp1,48 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya, atau turun sekitar 65,5%. Hal ini menjadi faktor utama menyempitnya rugi bersih perseroan.

Di sisi neraca, total aset perseroan melonjak drastis menjadi Rp6,29 miliar per 31 Maret 2025, dibandingkan Rp3,70 miliar pada akhir 2024.

Namun, total liabilitas juga meningkat menjadi Rp14,31 miliar dari Rp11,17 miliar. Kondisi ini membuat perseroan masih mencatat defisiensi ekuitas sebesar Rp8,02 miliar, memburuk dibandingkan defisiensi Rp7,47 miliar pada akhir tahun lalu.

Artikel Terkait

TOWR Eksekusi 25,52% Saham BACH, Kepemilikan Naik Jadi 51%

TOWR, PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR), kepemilikannya, PT Bach Multi Global Tbk (BACH), anak usahanya, PT Global Telekomunikasi Prima (GTP).

BEI Umumkan 37 Saham Baru Masuk Daftar HSC, Total 51 Emiten

Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Jeffrey Hendrik, menegaskan komitmen Bursa bersama Self-Regulatory Organization (SRO), yakni KPEI dan KSEI, untuk melanjutkan reformasi pasar modal Indonesia. Salah satu langkah terbaru adalah merevisi

IHSG Ditutup Hijau Meski Tipis, Sektor Energi Jadi Penyelamat

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mempertahankan penguatan hingga akhir perdagangan Selasa (14/7/2026). Meski sempat bergerak fluktuatif sepanjang hari, IHSG akhirnya ditutup naik tipis 1,67 poin atau 0,03% ke level 6.039,52.

Populer 7 Hari

Berita Terbaru