back to top

HRTA Gandeng BSI, Emas Batangan EMASKU Siap Gas Pasar Nasional

EmTrust – Emiten yang bergerak di bidang perindustrian dan perdagangan emas, PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA), resmi mengumumkan kerja sama strategis dengan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) terkait jual beli produk emas batangan. Langkah ini diambil guna memperkuat posisi kedua belah pihak di pasar logam mulia nasional.

Dalam keterbukaan informasi yang dirilis perusahaan pada 30 Januari 2026, Sekretaris Perusahaan HRTA, Ong Deny, menyatakan bahwa penandatanganan kerja sama Jual Beli Produk EMASKU tersebut telah dilakukan pada 28 Januari 2026.

“Kerja sama ini mencakup pembelian emas batangan bermerek EMASKU dengan kadar 99,99%. Produk yang tersedia dalam kemasan gramasi 1 kilogram ini bertujuan untuk mengembangkan kegiatan usaha masing-masing pihak,” ujar manajemen dalam keterangan tertulisnya.

Manajemen HRTA menegaskan bahwa kolaborasi ini diharapkan mampu meningkatkan daya tarik produk di mata konsumen serta mendorong peningkatan kinerja operasional perseroan ke depan.

Selain itu, dipastikan bahwa antara HRTA dan BSI tidak memiliki hubungan afiliasi maupun benturan kepentingan, sehingga transaksi ini murni merupakan aksi korporasi strategis yang sesuai dengan regulasi pasar modal.

Artikel Terkait

TAXI Ungkap Akhiri Kerja Sama dengan GOTO, Ada Apa?

PT Express Transindo Utama Tbk (TAXI) mengumumkan berakhirnya perjanjian pengadaan jasa dengan PT Rekan Anak Bangsa, perusahaan yang merupakan bagian dari GoTo Group.

Pengendali WINR Belum Berhenti Buang Saham Jutaan Lembar di FCA, Kenapa?

Emitentrust.com - Pemegang saham pengendali PT Winner Nusantara Jaya...

26 Saham Masuk Cum Dividen Pekan Depan, Yield Mini hingga 10 Persen

Sebanyak 26 emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI) akan memasuki periode cum dividen pada 6-8 Juli 2026. Momen ini menjadi kesempatan bagi investor yang ingin mengamankan hak atas dividen tunai, dengan dividend yield yang ditawarkan bervariasi, mulai dari 0,01% hingga mencapai 10%.

Populer 7 Hari

Berita Terbaru