back to top

IATA Lapor! Dua Entitas Eksplorasi Telan Dana Rp3,2M

Emitentrust.com- PT MNC Energy Investments Tbk (IATA) emiten batu bara milik Hary Tanoesoedibyo menyampaikan laporan bulanan aktivitas eksplorasi untuk periode Oktober 2025 yang dilakukan oleh sejumlah anak usaha perseroan di berbagai wilayah izin usaha pertambangan (IUP).

Manajemen IATA dalam laporannya Senin (12/1) mengungkapkan bahwa aktivitas eksplorasi aktif terutama dilakukan oleh PT Putra Muba Coal dan PT Indonesia Batu Prima Energi (IBPE), dengan total biaya eksplorasi yang telah dikeluarkan mencapai lebih dari Rp3,14 miliar.

PT Putra Muba Coal melaksanakan kegiatan eksplorasi di Pit Bhisma dengan metode spot coring dan full coring. Hingga akhir periode pelaporan, perseroan telah menyelesaikan 11 titik pengeboran dari rencana 16 titik dengan total kedalaman mencapai 628,10 meter.

Biaya eksplorasi yang telah dikeluarkan tercatat sebesar Rp220,41 juta. Ke depan, Putra Muba Coal akan melanjutkan pemboran di Pit Bhisma serta mempersiapkan kegiatan eksplorasi di lokasi rencana Pit Abimanyu.

Sementara itu, PT Indonesia Batu Prima Energi menjadi entitas dengan belanja eksplorasi terbesar. Anak usaha ini menggelontorkan dana Rp2,93 miliar untuk kegiatan eksplorasi di area prospek timur IUP (IBPE East Block), Pit Amethys, serta area di antara Amethys–Corrundum–Beryl. Hingga Oktober 2025, IBPE telah merealisasikan 9 titik pengeboran dari rencana 20 titik dengan total kedalaman 763,70 meter. Perseroan berencana melanjutkan pengeboran eksplorasi lanjutan di prospek selatan dengan target tambahan 11 titik bor.

Di sisi lain, sejumlah anak usaha IATA tercatat belum melakukan aktivitas eksplorasi pada periode laporan. PT Arthaco Prima Energy masih berada pada tahap evaluasi data eksplorasi sebelumnya, meskipun telah menyiapkan rencana kegiatan infill drilling untuk meningkatkan keyakinan geologi, khususnya di area Ramba 1 dan 2.

Adapun PT Energi Inti Bara Pratama dan PT Titan Prawira Sriwijaya tidak melakukan kegiatan eksplorasi dan tidak merencanakan aktivitas eksplorasi pada Triwulan I 2026. Hal serupa juga terjadi pada PT Sriwijaya Energi Persada dan PT Primaraya Energi yang belum merealisasikan eksplorasi, meskipun telah menyusun rencana lanjutan untuk tahun 2026.

PT Primaraya Energi, misalnya, merencanakan kegiatan eksplorasi pada Triwulan I 2026 dengan sistem stratigrafi di wilayah IUP, dengan target pengeboran sebanyak 28 titik dan total kedalaman mencapai 3.360 meter. Rencana eksplorasi lanjutan juga disiapkan oleh PT Sriwijaya Energi Persada di seluruh wilayah IUP PT TPS menggunakan metode partly core.

Laporan tersebut ditandatangani oleh Corporate Secretary PT MNC Energy Investments Tbk, Andi Tenri Dala Fajar, sebagai bagian dari kewajiban keterbukaan informasi kepada publik dan otoritas pasar modal.

Artikel Terkait

Grup Bakrie (BNBR) Kantongi Restu Right Issue

Laba bersih Perseroan selama 2025 sebesar Rp 502,74 miliar, naik 49,6% dibanding tahun sebelumnya Pendapatan bersih Perseroan selama 2025 sebesar Rp 3,74 triliun

Laba CMRY Melejit 34%! Tembus Rp2T di 2025

PT Cisarua Mountain Dairy Tbk (CMRY) mencatat kinerja gemilang sepanjang 2025. Perseroan membukukan laba bersih Rp2,03 triliun, melonjak sekitar 34,4% dibandingkan tahun 2024 yang sebesar Rp1,51 triliun.

Pengendali HILL Bolak – Balik Transaksi Jutaan Lembar Harga Gocap

Pemegang saham pengendali PT Hillcon Tbk (HILL), yakni PT Hillcon Equity Management, tercatat melakukan aksi jual sekaligus beli saham dalam dua hari berurutan.

Populer 7 Hari

Berita Terbaru