back to top

IHSG Ambruk! Ini Saham yang Masih Bertahan di Sesi I

Emitentrust.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali terseret ke zona merah pada perdagangan sesi pertama hari ini, setelah sehari sebelumnya mencatatkan penguatan. Hingga siang, IHSG tercatat ambruk 88,03 poin atau 1,21% ke level 7.214,08.

Tekanan terhadap IHSG datang dari mayoritas sektor di Bursa Efek Indonesia (BEI). Sebanyak sembilan dari total 11 sektor mengalami pelemahan, mencerminkan aksi ambil untung investor pasca reli sebelumnya.

Sektor energi menjadi pemberat utama dengan penurunan terdalam sebesar 2,05%, diikuti sektor perindustrian yang turun 2,04%. Tekanan juga terlihat pada sektor teknologi yang melemah 1,26% serta sektor barang baku yang turun 0,95%.

Pelemahan turut menjalar ke sektor barang konsumen non-primer yang turun 0,85%, infrastruktur 0,72%, keuangan 0,64%, serta properti dan real estate yang terkoreksi 0,08%. Sektor barang konsumen primer juga melemah tipis 0,01%.

Di tengah tekanan tersebut, hanya dua sektor yang mampu bertahan di zona hijau, yakni sektor transportasi yang melonjak 2,64% dan sektor kesehatan yang naik tipis 0,01%.

Dari sisi aktivitas perdagangan, volume transaksi tercatat mencapai 19,58 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp25,95 triliun. Sebanyak 349 saham melemah, 296 saham menguat, dan 173 saham stagnan.

Beberapa saham yang mencatatkan kenaikan harga antara lain UNIC yang naik Rp675 menjadi Rp11.175 per saham, SINI yang menguat Rp550 ke Rp12.000, serta MEGA yang naik Rp380 ke Rp4.530 per saham.

Sementara itu, saham-saham yang mengalami tekanan antara lain DCII yang turun Rp4.750 ke Rp200.250 per saham, TCPI melemah Rp775 ke Rp11.300, dan MLPT yang turun Rp750 ke Rp14.800 per saham.

Untuk saham dengan aktivitas transaksi tertinggi, ZATA memimpin dengan frekuensi 52.341 kali senilai Rp133 miliar, diikuti Bumi Resources Tbk (BUMI) sebanyak 40.161 kali senilai Rp477 miliar, serta GIAA yang ditransaksikan 32.036 kali senilai Rp139 miliar.

Di jajaran saham unggulan LQ45, tekanan terbesar dialami oleh Astra International Tbk (ASII) yang turun 4,55% ke Rp6.300 per saham, disusul GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) yang melemah 3,77% ke Rp51, serta Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) yang turun 3,72% ke Rp1.165 per saham.

Di sisi lain, penguatan di LQ45 dipimpin oleh Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) yang naik 3,91% ke Rp2.390 per saham, diikuti Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) yang menguat 3,59% ke Rp865, serta Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) yang naik 3,09% ke Rp10.000 per saham.

Artikel Terkait

Rajawali Kapital Borong Saham ARCI Rp1,95T Saat Harga Turun

ARCI, Archi Indonesia Tbk (ARCI), Rajawali Kapital Emas, kepemilikan saham, afiliasi, tambang emas, Tajawali grup

Free Float SMIL Mentok! Muncul Nama Maybank Sekuritas 5,14%

Struktur kepemilikan saham PT Sarana Mitra Luas Tbk menunjukkan dominasi kuat pemegang kendali. Hingga akhir Maret 2026, porsi saham publik (free float) emiten ini tercatat hanya 15,39%,

Kuota Dipangkas ESDM, Pendapatan KKGI Terancam Turun di 2026

Emiten batu bara Resource Alam Indonesia Tbk (KKGI) menghadapi potensi tekanan kinerja pada tahun buku 2026. Hal ini menyusul keputusan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM

Populer 7 Hari

Berita Terbaru