Emitentrust.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik arah ke zona merah pada perdagangan sesi pertama Rabu (17/6/2026). Setelah sempat menguat 0,82% ke level 6.306,52 saat pembukaan, IHSG justru ditutup melemah 52,49 poin atau 0,84% ke level 6.202,46 pada akhir sesi I.
Tekanan jual terjadi di hampir seluruh sektor, membuat penguatan di awal perdagangan tidak mampu dipertahankan hingga siang hari.
Sebanyak 10 indeks sektoral ditutup melemah. Sektor perindustrian memimpin koreksi dengan penurunan 2,15%, disusul sektor energi yang turun 1,97%, sektor transportasi dan logistik melemah 1,45%, serta sektor teknologi yang terkoreksi 1,29%.
Tekanan juga terjadi pada sektor barang baku yang turun 1,25%, sektor keuangan melemah 1,18%, sektor properti dan real estate turun 0,80%, sektor barang konsumen non-primer terkoreksi 0,77%, sementara sektor kesehatan dan infrastruktur masing-masing melemah 0,33%.
Di tengah tekanan pasar, hanya sektor barang konsumen primer yang mampu bertahan di zona hijau dengan kenaikan 0,52%.
Aktivitas perdagangan cukup ramai dengan volume transaksi mencapai 22,06 miliar saham dan nilai transaksi sebesar Rp16,31 triliun. Sebanyak 394 saham melemah, 275 saham menguat, dan 144 saham bergerak stagnan.
Pada kelompok saham dengan penurunan harga terbesar, PT DCI Indonesia Tbk (DCII) turun Rp2.100 menjadi Rp189.000 per saham. Kemudian PT Golden Flower Tbk (POLU) melemah Rp1.300 menjadi Rp14.925 per saham dan PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) turun Rp750 menjadi Rp22.625 per saham.
Untuk saham teraktif, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) mencatat frekuensi transaksi tertinggi sebanyak 102.717 kali dengan nilai transaksi Rp1,3 triliun. Disusul PT Bumi Resources Tbk (BUMI) sebanyak 64.718 kali senilai Rp531 miliar dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) sebanyak 56.684 kali dengan nilai transaksi Rp534 miliar.
Di kelompok saham LQ45, tekanan terbesar dialami PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) yang turun 5,04% ke Rp700 per saham. Kemudian PT Barito Pacific Tbk (BRPT) melemah 4,52% ke Rp1.690 per saham dan PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) terkoreksi 3,92% ke Rp1.595 per saham.
Sementara itu, saham-saham LQ45 yang masih mampu bertahan di zona hijau dipimpin oleh PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA) yang naik 4,88% ke Rp645 per saham. Disusul PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) yang menguat 3,43% ke Rp905 per saham dan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) yang naik 2,25% ke Rp1.590 per saham.


