back to top

Saham MMIX Ambles ARB Usai Terbang Ratusan Persen

Emitentrust.com – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi membuka kembali perdagangan saham PT Multi Medika Internasional Tbk (MMIX) di seluruh pasar mulai sesi I perdagangan Rabu (17/6/2026).

Sebelumnya, BEI menghentikan sementara (suspensi) perdagangan saham MMIX sejak 8 Juni 2026 menyusul peningkatan harga kumulatif yang signifikan. Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk perlindungan bagi investor sekaligus memberikan waktu bagi pelaku pasar untuk mencermati informasi yang tersedia.

Namun, usai suspensi dicabut, saham MMIX justru langsung mendapat tekanan jual. Hingga penutupan sesi I perdagangan Rabu (17/6/2026), saham MMIX anjlok hingga menyentuh batas Auto Reject Bawah (ARB) dengan penurunan 10% ke level Rp675 per saham.

Koreksi tajam tersebut terjadi setelah saham MMIX sebelumnya mencatat reli yang sangat signifikan.

Dalam satu bulan terakhir, saham MMIX telah melonjak sekitar 82,4% dari level Rp380 per saham. Bahkan dalam enam bulan terakhir, saham emiten alat kesehatan tersebut melesat sekitar 204% dibanding posisi Rp222 per saham pada 17 Desember 2025.

BEI mengimbau seluruh pihak yang berkepentingan untuk senantiasa memperhatikan setiap keterbukaan informasi yang disampaikan oleh Perseroan sebelum mengambil keputusan investasi, terutama pada saham yang mengalami pergerakan harga tidak biasa.

Artikel Terkait

Buruan! Cum Dividen TLKM Hari Ini, Potensi Cuan 7,37%

Saham PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) memasuki periode cum dividen di pasar reguler dan negosiasi pada Rabu, 17 Juni 2026. investor yang ingin memperoleh hak dividen TLKM

CPRO Tak Bagi Dividen, RUPST Perpanjang Direksi hingga 2031

PT Central Proteina Prima Tbk (CPRO) menyetujui seluruh mata acara dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada 15 Juni 2026.

CHEK Tunjuk Lotus Andalan Sekuritas Buat Buyback Saham Rp15M

PT Diastika Biotekindo Tbk (CHEK) berencana melakukan pembelian kembali (buyback) saham dalam kondisi pasar yang berfluktuasi signifikan.

Populer 7 Hari

Berita Terbaru