back to top

IHSG Longsor 3,48% di Sesi I, WIFI & DEWA Ambles 9,5%

Emitentrust.com – IHSG masih berada dalam tekanan berat hingga penutupan perdagangan sesi pertama Kamis (4/6/2026). IHSG merosot 206,81 poin atau 3,48% ke level 5.734,256.

Sepanjang sesi I, indeks bergerak sangat volatil dengan level tertinggi 5.943 dan sempat menyentuh level terendah 5.644 setelah dibuka di level 5.941.

Tekanan jual terjadi di seluruh sektor tanpa terkecuali. Sektor barang baku menjadi yang paling terpuruk setelah anjlok 5,95%, diikuti sektor properti dan real estate yang turun 5,24%, sektor perindustrian melemah 4,58%, serta sektor transportasi dan logistik yang terkoreksi 4,44%.

Selain itu, sektor infrastruktur turun 4,38%, sektor keuangan melemah 3,39%, sektor energi dan kesehatan masing-masing turun 3,08%, sektor barang konsumen primer terkoreksi 2,74%, sektor barang konsumen non-primer turun 2,73%, dan sektor teknologi melemah 1,92%.

Aktivitas perdagangan tercatat cukup tinggi dengan volume transaksi mencapai 22,84 miliar saham dan nilai transaksi sebesar Rp12,74 triliun. Sebanyak 683 saham melemah, hanya 63 saham menguat, sementara 62 saham stagnan.

Di tengah tekanan pasar, beberapa saham masih mampu mencatatkan penguatan. Saham PT Boga Rasa Prima Tbk (BOGA) naik Rp140 menjadi Rp1.350 per saham. Kemudian PT Daaz Bara Lestari Tbk (DAAZ) menguat Rp125 menjadi Rp1.680 per saham dan PT Alakasa Industrindo Tbk (ALKA) naik Rp110 menjadi Rp720 per saham.

Sebaliknya, saham yang mengalami tekanan terbesar di antaranya PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) yang turun Rp1.675 menjadi Rp15.600 per saham, PT Metro Realty Tbk (MPRO) melemah Rp1.350 menjadi Rp7.650 per saham, serta PT Singaraja Putra Tbk (SINI) turun Rp1.075 menjadi Rp9.725 per saham.

Untuk saham teraktif, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) diperdagangkan sebanyak 62.301 kali dengan nilai transaksi Rp731 miliar. Disusul PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebanyak 57.020 kali senilai Rp1,6 triliun dan PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) sebanyak 53.401 kali dengan nilai transaksi Rp987 miliar.

Di jajaran saham LQ45, top losers dipimpin oleh PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) yang anjlok 12,04%. Kemudian PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) dan PT Darma Henwa Tbk (DEWA) sama-sama melemah 9,52%.

Sementara itu, saham yang masih mampu bertahan di zona hijau dalam kelompok LQ45 dipimpin oleh PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) yang naik 4,83%, diikuti PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) yang menguat 3,07%, dan PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) yang naik 2,29%.

Artikel Terkait

BULL Gelar RUPST 26 Juni, Akankah Bagi Dividen?

PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL) akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 26 Juni 2026 di Sampoerna Strategic Square Tower Utara, Lantai 3A Ruang Anggrek 1-3, Jakarta Selatan.

ADMG Tak Bagi Dividen, RUPS Perpanjang Bacelius Ruru dan Gautama Hartarto

PT Polychem Indonesia Tbk (ADMG) memutuskan untuk tidak membagikan dividen kepada pemegang saham untuk tahun buku 2025 setelah Perseroan masih membukukan kerugian pada periode tersebut.

INCO Bagi 60% Laba 2025 Jadi Dividen, Cum Date 10 Juni

PT Vale Indonesia Tbk (INCO) akan membagikan dividen final tunai untuk Tahun Buku 2025 sebesar 60% dari laba bersih Perseroan. Keputusan tersebut telah memperoleh persetujuan pemegang saham

Populer 7 Hari

Berita Terbaru