back to top

IHSG Terkoreksi 0,41% di Sesi I, Sektor Kesehatan dan Teknologi Pemicunya

EmTrust – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hingga penutupan perdagangan sesi pertama hari ini tercatat terkoreksi 0,41% atau turun 35,8 poin ke level 8.609,06.

Tekanan terhadap IHSG datang dari penurunan empat indeks sektoral, yakni sektor kesehatan yang melemah 2,20%, barang baku turun 0,98%, teknologi terkoreksi 0,93%, serta keuangan turun 0,49%. Sementara itu, sejumlah sektor berhasil bertahan di zona hijau, di antaranya infrastruktur, barang konsumer non primer, barang konsumer primer, dan transportasi.

Aktivitas perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) terpantau cukup aktif. Total volume transaksi mencapai 22,27 miliar saham dengan nilai transaksi Rp11,41 triliun. Pergerakan saham cenderung bervariasi, dengan 289 saham melemah, 357 saham menguat, dan 159 saham stagnan.

Sejumlah saham mencatatkan penguatan signifikan. Saham MLPT melonjak Rp3.200 ke level Rp61.000 per saham, POLU melesat Rp3.125 menjadi Rp18.825, sementara SINI naik Rp1.425 ke Rp15.725 per saham.

Di sisi lain, tekanan jual melanda beberapa saham. Saham DCII anjlok Rp19.950 ke Rp194.575 per saham, DSSA turun Rp1.050 menjadi Rp100.150, dan MKPI terkoreksi Rp825 ke Rp23.525 per saham.

Dari sisi aktivitas perdagangan, saham DEWA menjadi yang paling aktif dengan frekuensi 142.459 kali transaksi senilai Rp1,4 triliun, disusul HUMI sebanyak 125.770 kali transaksi senilai Rp563 miliar, serta BUMI dengan 63.227 kali transaksi senilai Rp605 miliar.

Pada jajaran Top Losers LQ45, saham Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) terkoreksi 6,68% ke Rp1.815 per saham, Aneka Tambang Tbk (ANTM) turun 4,55% ke Rp3.150, dan Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) melemah 3,17% ke Rp3.660 per saham.

Sementara itu, Top Gainers LQ45 ditempati oleh Barito Pacific Tbk (BRPT) yang naik 2,44% ke Rp3.360 per saham, AKR Corporindo Tbk (AKRA) menguat 2,40% ke Rp1.280, serta Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) yang naik 2,28% ke Rp2.690 per saham.

Artikel Terkait

OJK Denda Dirut dan Bekukan KGI Sekuritas!

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menjatuhkan sanksi kepada PT KGI Sekuritas terkait penawaran umum perdana saham alias Initial Public Offering (IPO) PT Indo Pureco Pratama Tbk (IPPE) yang dinilai sarat masalah. Hal ini terkait keterlibatan orang dalam KGI Sekuritas dalam pemesanan jatah saham IPO IPPE.

Grup Bakrie (BNBR) Kantongi Restu Right Issue

Laba bersih Perseroan selama 2025 sebesar Rp 502,74 miliar, naik 49,6% dibanding tahun sebelumnya Pendapatan bersih Perseroan selama 2025 sebesar Rp 3,74 triliun

Laba CMRY Melejit 34%! Tembus Rp2T di 2025

PT Cisarua Mountain Dairy Tbk (CMRY) mencatat kinerja gemilang sepanjang 2025. Perseroan membukukan laba bersih Rp2,03 triliun, melonjak sekitar 34,4% dibandingkan tahun 2024 yang sebesar Rp1,51 triliun.

Populer 7 Hari

Berita Terbaru