back to top

Investor Asal Singapura Tampung 5 Juta Saham LUCK Harga Atas

Emitentrust.com – PT Sentral Mitra Informatika Tbk (LUCK) menyampaikan bahwa Serial System International Pte. Ltd salah satu pemegang saham asal Singapuradi telah menambah kepemilikannya pada 15 Januari 2026.

Manajemen LUCK dalam keterangannya yang dikutip Sabtu (17/1) menyebutkan bahwa, jumlah saham Serial System International Pte. Ltd. di LUCK meningkat dari sebelumnya 103,08 juta saham atau setara 14,40% hak suara menjadi 108,08 juta saham atau sekitar 15,10% hak suara di LUCK.

Penambahan kepemilikan dilakukan melalui transaksi pembelian tidak langsung sebanyak 5 juta saham dengan harga Rp147 per saham. Transaksi tersebut berlangsung pada 15 Januari 2026 dan diklasifikasikan sebagai saham biasa dengan tujuan investasi.

Pada perdagangan Kamis (15/1) saham LUCK turun 13 persen atau mentok ARB ke level Rp144. Padahal dalam sebulan terakhir LUCK naik 18 persen dari harga Rp122 pada 17 Desember 2025. Dalam enam bulan LUCK terbang 118 persen dari harga Rp66 pada 17 Juli 2025.

PT Sentral Mitra Informatika Tbk bergerak di bidang solusi teknologi informasi (TI), percetakan dan dokumen, serta penjualan produk teknologi informasi, termasuk perangkat keras dan layanan TI, dengan fokus pada mesin cetak 3D dan solusi e-commerce.

Artikel Terkait

Emiten Hapsoro (SINI) Rights Issue Rp3,6T, PTRO Ikut Jadi Standby Buyer

PT Singaraja Putra Tbk (SINI) berencana menghimpun dana hingga Rp3,61 triliun melalui Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) I atau rights issue.

CBRE Tunggu Lampu Hijau OJK

PT Cakra Buana Resources Energi Tbk (CBRE) memastikan rencana Penambahan Modal Dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau rights issue tetap berjalan sesuai jadwal dan kini memasuki tahap penelaahan dokumen oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

TRIN Raup Rp1,57M, Lepas 2,6 Juta Saham Treasuri di Pasar

PT Perintis Triniti Properti Tbk (TRIN) melaporkan pelaksanaan pengalihan kembali saham hasil pembelian kembali (buyback) yang dilakukan pada 25 Mei 2026.

Populer 7 Hari

Berita Terbaru