back to top

Komisaris MDKA Asal Inggris Kembali Borong Saham Harga Atas

Emitentrust.com – PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) menyampaikan bahwa Andrew Philip Starkey selaku Komisaris telah menambah porsi kepemilikan sahamnya pada tanggal 30 April 2026.

Manajemen MDKA dalam keterangan tertulisnya Rabu (6/5) menyampaikan bahwa Andrew telah menambah saham MDKA sebanyak 15.700 lembar saham di harga Rp3.400 per saham.

“Tujuan dari transaksi ini adalah Pelaksanaan Program Insentif Jangka Panjang (LTI) Perseroan dengan kepemilikan saham langsung,” tuturnya.

Pasca transaksi maka kepemilikan saham Andrew Andrew Philip Starkey warga negara Inggris tersebut di MDKA menjadi 4,14 juta lembar saham atau setara dengan 0,017% dibandingkan dengan sebelumnya sebanyak 4,13 juta lembar saham.

Sebelumnya Andrew Phillip Starkey pada 18 Februari 2026 melakukan pembelian saham MDKA sebanyak 150.000 saham di harga Rp3.200 per saham dengan tujuan investasi.

Sebelumnya lagi Andrew Phillip Starkey selaku Komisaris menambah kepemilikan saham MDKA pada 22 Januari 2026 sebanyak 300.000 lembar pada harga Rp3.078 per saham. Dari aksi pembelian saham asuhan Sandiaga Uno tersebut Andrew merogoh dana Rp923 juta.

Pada perdagangan hari ini Rabu (6/5) saham MDKA naik Rp1,2 persen ke level Rp3.140.

Artikel Terkait

RUPSLB Wika Beton (WTON) Setujui Dua Agenda Strategis, Ini Keputusannya

PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Tahun 2026 pada Jumat (10/7/2026) yang menyetujui dua agenda strategis, yakni perubahan rumusan Penghasilan Dasar Pensiun

Free Float GPSO 56,61%, Grup Tjokro Kuasai 37,63% Saham, Ini Sosok UBO

PT Geoprima Solusi Tbk (GPSO) melaporkan free float perseroan turun menjadi 56,61% pada akhir Juni 2026 dari 57,29% pada bulan sebelumnya. Berdasarkan Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek (LBRE), jumlah saham free float tercatat

Bank Raya (AGRO) Kembali Unjuk Gigi Lewat Inovasi Digital

Bank Raya, (AGRO) bank digital bagian dari BRI Group, kembali mendapatkan penghargaan dari 2 media nasional sebagai bentuk apresiasi terhadap dampak positif Bank Raya di industri bank digital.

Populer 7 Hari

Berita Terbaru