back to top

MEJA Gagal Gelar RUPSLB, Rights Issue Rp1,6T Tak Kourum

Emitentrust.com – PT Harta Djaya Karya Tbk (MEJA) menyampaikan bahwa pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar pada 24 April 2026 tidak dapat dilaksanakan karena tidak memenuhi kuorum kehadiran.

Dalam keterbukaan informasi, manajemen menyebutkan bahwa jumlah pemegang saham yang hadir dalam rapat hanya mewakili 1.178.973.100 saham atau setara 52,74% dari total saham dengan hak suara sah sebanyak 2.235.502.042 saham.

Perseroan menjelaskan, ketentuan Anggaran Dasar serta peraturan perundang-undangan mensyaratkan kuorum tertentu agar rapat dapat dilangsungkan. Namun, dengan tingkat kehadiran tersebut, kuorum tidak tercapai sehingga seluruh agenda rapat tidak dapat dibahas maupun diputuskan.

Adapun salah satu agenda yang direncanakan dalam RUPSLB tersebut untuk meminta persetujuan melakukan penambahan modal melalui right issue (HMETD).

Dengan tidak terpenuhinya kuorum, maka RUPSLB dinyatakan tidak sah dan Perseroan berpotensi menjadwalkan kembali rapat dengan ketentuan yang mengacu pada regulasi pasar modal.

Pada perdagangan hari ini Jumat (24/4) saham MEJA turun 10 persen ke level Rp108

Sebagai informasi PT Harta Djaya Karya Tbk (MEJA) berencana melakukan right issue (HMETD) untuk mengakuisisi 45% saham PT Trimitra Coal Perkasa (TCP) senilai sekitar Rp1,6 triliun. Rencana right issue berada di kisaran Rp450 – Rp550 per saham.

Akan tetapi rencana akuisisi jumbo senilai Rp1,6 triliun oleh PT Harta Djaya Karya Tbk (MEJA) memantik perhatian serius Bursa Efek Indonesia (BEI). Pasalnya, nilai transaksi tersebut setara hampir 15 kali lipat dari total aset perseroan per 30 Juni 2025 yang hanya Rp107,08 miliar.

Dalam surat tanggapan resmi ke BEI tertanggal 11 Februari 2026, manajemen MEJA memberikan klarifikasi atas rencana akuisisi 45% saham PT Trimitra Coal Perkasa (TCP), perusahaan tambang batubara di Sumatera Selatan dengan konsesi ±11.640 hektare dan estimasi sumber daya 693,7 juta ton.

MEJA mengakui hingga surat disampaikan, pihaknya masih menunggu detail ikhtisar laporan keuangan TCP. Meski demikian, nilai akuisisi Rp1,6 triliun sudah lebih dulu disepakati dalam perjanjian awal 22 Desember 2025.

Artikel Terkait

ASMI Siapkan Buyback Saham Rp17,92 Miliar

PT Asuransi Maximus Graha Persada Tbk (ASMI) berencana melakukan pembelian kembali (buyback) saham dengan menyiapkan dana maksimal Rp17,92 miliar, termasuk biaya perantara

OJK Panggil Kredivo dan KreditFazz, Selidiki Dugaan Pelanggaran Debt Collector

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memanggil manajemen PT Kredivo Finance Indonesia (Kredivo) dan PT KreditFazz Digital Indonesia (KrediFazz) pada Kamis (23/7/2026) menyusul informasi yang beredar di media sosial mengenai dugaan tindakan tidak patut petugas penagihan (debt collector) terhadap seorang konsumen di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah.

Sinar Mas Multiartha (SMMA) Suntik Simas Bank S.A, Kepemilikan Naik Jadi 60% Saham

PT Sinar Mas Multiartha Tbk (SMMA) melakukan penyertaan modal senilai US$2,4 juta atau sekitar Rp39 miliar (asumsi kurs Rp16.300 per dolar AS) ke Simas Bank, S.A.

Populer 7 Hari

Berita Terbaru