back to top

MNC Asia Holding (BHIT) Jual 331 Juta Saham IATA, Nilainya Rp26,2M

EmitenTrust.com – MNC Asia Holding Tbk (BHIT) dilaporkan telah mengurangi kepemilikan sahamnya di PT MNC Energy Investments Tbk (IATA) melalui serangkaian transaksi penjualan saham sejak Maret hingga Mei 2026.

Berdasarkan laporan perubahan kepemilikan saham tertanggal 7 Mei 2026 disebutkan bahwa, MNC Asia Holding menjual total 331.853.000 saham IATA dalam empat transaksi berbeda.

Rinciannya, sebanyak 126,59 juta saham dijual pada 4 Maret 2026 di harga Rp79 per saham, kemudian 105,263 juta saham dilepas pada 31 Maret 2026 di harga Rp76 per saham.

Selanjutnya, 50 juta saham dijual pada 24 April 2026 di harga Rp86 per saham dan 50 juta saham lainnya dilepas pada 4 Mei 2026 di harga Rp82 per saham.

Dengan demikian, total nilai transaksi penjualan saham tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp26,2 miliar.

Manajemen menyebut tujuan transaksi tersebut sebagai bagian dari rencana strategis Perseroan dengan status kepemilikan tidak langsung.

Pasca transaksi, kepemilikan MNC Asia Holding di saham IATA turun menjadi 3,10 miliar saham atau setara 9,91%, dibandingkan sebelumnya sebanyak 3,43 miliar saham atau 10,97%.

Artikel Terkait

RUPSLB Wika Beton (WTON) Setujui Dua Agenda Strategis, Ini Keputusannya

PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Tahun 2026 pada Jumat (10/7/2026) yang menyetujui dua agenda strategis, yakni perubahan rumusan Penghasilan Dasar Pensiun

Free Float GPSO 56,61%, Grup Tjokro Kuasai 37,63% Saham, Ini Sosok UBO

PT Geoprima Solusi Tbk (GPSO) melaporkan free float perseroan turun menjadi 56,61% pada akhir Juni 2026 dari 57,29% pada bulan sebelumnya. Berdasarkan Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek (LBRE), jumlah saham free float tercatat

Bank Raya (AGRO) Kembali Unjuk Gigi Lewat Inovasi Digital

Bank Raya, (AGRO) bank digital bagian dari BRI Group, kembali mendapatkan penghargaan dari 2 media nasional sebagai bentuk apresiasi terhadap dampak positif Bank Raya di industri bank digital.

Populer 7 Hari

Berita Terbaru