back to top

OJK Resmi Umumkan Calon Direksi BEI 2026-2030, Efektif Setelah RUPST 29 Juni

Emitentrust.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi menetapkan daftar calon anggota Direksi PT Bursa Efek Indonesia untuk masa jabatan 2026-2030. Penetapan tersebut tertuang dalam surat OJK Nomor SR-10/D.04/2026 tertanggal 17 Juni 2026.

Dalam daftar yang diumumkan pada Kamis (18/6/2026), nama Jeffrey Hendrik ditetapkan sebagai calon Direktur Utama BEI. Sebelumnya, Jeffrey menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Pjs.) Direktur Utama BEI.

OJK juga menetapkan enam calon direktur lainnya.

Saidu Solihin diusulkan sebagai Direktur Penilaian Perusahaan.

Irvan Susandy sebagai Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa.

Yulianto Aji Sadono sebagai calon Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan.

Abdul Munim sebagai Direktur Teknologi Informasi dan Manajemen Risiko.

Iding Pardi sebagai Direktur Pengembangan.

Umi Kulsum ditetapkan sebagai calon Direktur Keuangan, Sumber Daya Manusia, dan Umum.

Meski telah ditetapkan oleh OJK, susunan Direksi BEI periode 2026-2030 tersebut baru akan efektif setelah memperoleh persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) BEI Tahun 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 29 Juni 2026.

Artikel Terkait

MTEL Cetak Kinerja Moncer di Semester I-2026, Ini Mesin Pertumbuhannya

PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (Mitratel/IDX: MTEL) membukukan laba bersih sebesar Rp1,11 triliun pada semester I 2026, meningkat 1,5% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sejalan dengan itu, pendapatan perseroan naik 2,1% secara

HATM Tancap Gas! Laba Terbang 667% di Kuartal II 2026

Saham PT Habco Trans Maritima Tbk (HATM) dibuka pada level Rp530 pada perdagangan Senin (3/8/2026). Pergerakan saham emiten pelayaran tersebut terjadi di tengah meningkatnya perhatian pelaku pasar terhadap kinerja fundamental perseroan yang mencatat lonjakan laba pada kuartal II 2026.

Emiten Hapsoro (BUVA) Gelar Rights Issue Rp1,54T, Pemilik Saham Bakal Terdilusi 20%

Emiten perhotelan PT Bukit Uluwatu Villa Tbk. (BUVA) emiten milik hapsoro berencana menggelar Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu II (PMHMETD II) atau rights issue dengan target dana mencapai Rp1,54 triliun.

Populer 7 Hari

Berita Terbaru