back to top

Pefindo Beri Peringkat DEWA idA, Begini Penjelasannya

Emitentrust.com – PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) menetapkan peringkat JA dengan prospek stabil kepada PT Darma Henwa Tbk (DEWA) untuk periode 2027. Peringkat ini mencerminkan posisi strategis DEWA bagi para pemegang sahamnya serta visibilitas pendapatan yang dinilai kuat ke depan.

PEFINDO menilai, kinerja DEWA didukung oleh peran penting perseroan sebagai kontraktor pertambangan terintegrasi, terutama bagi perusahaan-perusahaan afiliasinya.

Namun demikian, peringkat tersebut masih dibatasi oleh struktur permodalan yang tergolong moderat, seiring dengan fase ekspansi yang tengah dijalani perusahaan.

Selain itu, DEWA juga menghadapi tantangan berupa fluktuasi harga komoditas serta persaingan yang ketat di industri jasa pertambangan.

PEFINDO membuka peluang kenaikan peringkat apabila DEWA mampu melampaui proyeksi pendapatan dan EBITDA secara signifikan, menghasilkan arus kas yang kuat, meningkatkan margin laba secara berkelanjutan, serta memperkuat profil keuangan secara keseluruhan.

Sebaliknya, peringkat DEWA berpotensi diturunkan apabila realisasi pendapatan atau EBITDA berada di bawah proyeksi, baik akibat penurunan profitabilitas maupun melemahnya permintaan pasar. Risiko penurunan peringkat juga dapat terjadi apabila DEWA menambah utang melebihi proyeksi tanpa diimbangi oleh peningkatan kinerja bisnis yang memadai.

Sebagai informasi, PT Darma Henwa Tbk didirikan pada 1991 sebagai perusahaan kontraktor pertambangan dan resmi melantai di Bursa Efek Indonesia pada September 2007. Perseroan menyediakan layanan pertambangan terintegrasi, meliputi jasa penambangan batu bara dan mineral, pembangunan infrastruktur pertambangan dan kegiatan pendukung, hingga jasa pengelolaan pelabuhan.

Saat ini, sebagian besar pendapatan DEWA berasal dari perusahaan afiliasi, antara lain PT Kaltim Prima Coal (KPC) dan PT Arutmin Indonesia.

Per 31 Desember 2025, komposisi pemegang saham DEWA terdiri dari PT Andhesti Tungkas Pratama (8,56%), CIMB Securities Limited (6,39%), PT CGS International Sekuritas Indonesia (5,54%), Goldwave Capital Limited (9,39%), Zurich Assets International Ltd (6,18%), serta pemegang saham lainnya sebesar 64,09%.

Artikel Terkait

IHSG Tutup Akhir Pekan Bergairah! KLBF dan TLKM Pimpin LQ45

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan akhir pekan, Jumat (17/7/2026), di zona hijau. IHSG menguat 67,32 poin atau 1,10% ke level 6.175,53, didorong penguatan mayoritas sektor serta aksi beli pada sejumlah saham berkapitalisasi besar.

MSCI Ubah Aturan Saham Extreme Price Increase, Berlaku Mulai Review Agustus 2026

Penyedia indeks global MSCI Inc. mengumumkan perubahan metodologi penyaringan saham yang mengalami Extreme Price Increase (EPI).

KREN Kantongi Restu Buyback Saham Rp50M

PT Quantum Clovera Investama Tbk. (KREN) memperoleh persetujuan pemegang saham untuk melaksanakan pembelian kembali (buyback) saham dengan nilai maksimal Rp50 miliar.

Populer 7 Hari

Berita Terbaru