Emitentrust.com – PT Bank Victoria International Tbk (BEI: BVIC) memastikan tidak terdapat informasi atau fakta material yang dapat menjadi penyebab volatilitas pergerakan saham Perseroan dalam beberapa waktu terakhir.
Penegasan tersebut disampaikan manajemen sebagai tanggapan atas permintaan klarifikasi dari Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait volatilitas transaksi saham BVIC.
Pada perdagangan Selasa (21/7), saham BVIC ditutup menguat 1% ke level Rp94. Dalam sepekan terakhir, saham emiten perbankan tersebut telah naik sekitar 17,2%, sedangkan secara bulanan menguat 10,59% dari posisi Rp85 pada 22 Juni 2026.
Dalam surat jawaban kepada BEI, Corporate Secretary Bank Victoria International Tbk, Caprie Ardira Azhar, menyampaikan bahwa Perseroan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat memengaruhi harga saham maupun keputusan investasi pemodal sebagaimana diatur dalam ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia.
Manajemen juga menyatakan tidak mengetahui adanya aktivitas tertentu dari pemegang saham yang wajib dilaporkan berdasarkan Peraturan OJK Nomor 4 Tahun 2024 mengenai laporan kepemilikan atau perubahan kepemilikan saham perusahaan terbuka.
Selain itu, Perseroan menegaskan tidak memiliki rencana aksi korporasi dalam waktu dekat, termasuk aksi yang dapat memengaruhi pencatatan saham di Bursa dalam tiga bulan ke depan, selain informasi yang sebelumnya telah dipublikasikan kepada investor.
Tak hanya itu, Bank Victoria memastikan tidak terdapat informasi atau kejadian material lainnya yang belum diungkapkan kepada publik dan berpotensi memengaruhi harga saham maupun kelangsungan usaha Perseroan.
Dengan penjelasan tersebut, manajemen mengindikasikan bahwa lonjakan harga saham BVIC dalam beberapa waktu terakhir bukan dipicu oleh informasi material maupun rencana aksi korporasi dari Perseroan.


