EmitenTrust.com- Emiten energi milik Hapsoro, PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) menunda pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) terkait rencana akuisisi SMS Development Limited melalui anak usahanya PT Raharja Energi Madura.
Melalui transaksi tersebut, RATU bakal memperoleh akses tidak langsung terhadap hak partisipasi (participating interest/PI) di wilayah kerja Madura Strait PSC yang dikelola Husky-CNOOC Madura Limited.
Manajemen RATU menjelaskan, penundaan RUPSLB dilakukan karena Perseroan masih perlu memberikan tambahan penjelasan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
REM sendiri merupakan anak usaha yang dimiliki secara tidak langsung oleh RATU melalui PT Raharja Energi Indonesia sebesar 51%, sedangkan sisanya 49% dimiliki PT Petro Indo Pasifik.
Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), transaksi pengambilalihan 100% saham SMS Development Limited dilakukan melalui Perjanjian Novasi dan Perjanjian Jual Beli (PPJB) Saham.
REM telah menandatangani Perjanjian Novasi pada 24 Desember 2025 dengan membayar shareholder loan agreement senilai US$59,21 juta kepada SMS Offshore Overseas Limited.
Setelah pembayaran dilakukan, seluruh hak, kepentingan, dan kewajiban SMS Offshore Overseas Limited sebagai kreditur resmi beralih ke REM.
Selain itu, pinjaman pemegang saham tersebut bersifat non-interest bearing dan secara substansi ekonomi dikategorikan sebagai quasi-equity karena digunakan untuk akuisisi 20% saham HCML serta pembayaran cash call.
Selanjutnya, pada 25 Desember 2025 REM menandatangani PPJB Saham dengan SMS Offshore Overseas Limited sebagai penjual, Kroll HK Limited sebagai agen penjual, RATU sebagai penjamin pembeli, serta OCP Asia Fund IV dan OCP Asia Fund V sebagai pemberi pinjaman baru.
Dalam PPJB tersebut, REM sepakat mengakuisisi 100% saham SMS Development Limited senilai US$62,51 juta atau sekitar Rp1,03 triliun (asumsi kurs Rp16.500 per dolar AS).
REM juga wajib membayar deposit awal sebesar US$12,5 juta setelah penandatanganan perjanjian.
Tak hanya itu, terdapat potensi tambahan pembayaran (contingent payment) sebesar US$16,5 juta apabila perpanjangan PSC diperoleh, ditambah US$3 juta jika perpanjangan PSC terjadi sebelum 30 Juni 2027.
Dengan demikian, total nilai keseluruhan transaksi mencapai US$141,21 juta atau sekitar Rp2,33 triliun, yang terdiri dari:
Akuisisi saham SMS Development Limited: US$62,51 juta
Pengalihan shareholder loan: US$59,20 juta
Contingent payment maksimal: US$19,50 juta
Manajemen RATU menyebut harga transaksi tersebut telah ditetapkan berdasarkan analisis internal terhadap aspek komersial, operasional, dan finansial objek transaksi, serta merupakan bid price dalam proses tender yang dijalankan oleh Kroll HK Limited selaku receiver.
Adapun penyelesaian transaksi masih bergantung pada sejumlah syarat, termasuk persetujuan pemegang saham melalui RUPSLB, pelunasan pinjaman tertentu milik SMS Development Limited, serta persetujuan pemegang saham independen apabila diperlukan.
Per 30 November 2025, SMS Development Limited memiliki total aset US$98,7 juta, liabilitas US$65,8 juta, dan ekuitas US$32,9 juta. Meski belum membukukan pendapatan, perusahaan mencatat laba tahun berjalan sebesar US$4,8 juta.


