back to top

Saham NICK Rontok Dalam Sepekan, Begini Penjelasannya

Emitentrust.com – Emiten investasi PT Charnic Capital Tbk (NICK) akhirnya buka suara merespons anjloknya harga saham perseroan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir. Klarifikasi tersebut disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) menyusul volatilitas transaksi yang memicu tanda tanya di kalangan investor.

Dalam sepekan terakhir saham NICK tercatat mengalami koreksi terkoreksi 9,89% dari level Rp1.365. Tekanan jual berlanjut pada perdagangan Senin (19/1), di mana saham NICK kembali ambrol 7,87% ke posisi Rp1.230 per saham.

Menanggapi situasi tersebut, manajemen menegaskan bahwa tidak terdapat informasi atau fakta material yang dapat memengaruhi nilai saham maupun keputusan investasi pemodal.

Corporate Secretary PT Charnic Capital Tbk, Nicholas Santoso, menyampaikan bahwa seluruh informasi penting yang berkaitan dengan kondisi perseroan telah disampaikan kepada publik sesuai ketentuan keterbukaan informasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

“Perseroan tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang dapat mempengaruhi nilai efek perusahaan atau keputusan investasi pemodal sebagaimana diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan,” ujar Nicholas dalam keterangan tertulisnya, Senin (19/1/2026).

Tak hanya itu, manajemen juga menyatakan tidak mengetahui adanya aktivitas transaksi tertentu dari pemegang saham yang dapat menjelaskan fluktuasi harga saham NICK di pasar.

Di tengah spekulasi pasar, Charnic Capital turut menegaskan bahwa tidak ada rencana aksi korporasi yang akan dilakukan dalam waktu dekat, setidaknya dalam tiga bulan ke depan. Dengan demikian, penurunan harga saham disebut sepenuhnya merupakan mekanisme pasar.

Artikel Terkait

Astra International (ASII) Dapat Restu Gelar Buyback Saham Rp8T

PT Astra International Tbk (ASII) memperoleh persetujuan pemegang saham untuk melaksanakan program pembelian kembali (buyback) saham dengan nilai maksimal Rp8 triliun dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang

BEI Minta Klarifikasi Emiten Haji Isam (JARR) Terkait Sengketa Pembelian 3.500 Ton CPO

PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR) emiten milik Haji Isam memberikan penjelasan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait surat dari Law Office R. Azhari & Co mengenai dugaan sengketa hukum material atas transaksi pembelian crude palm oil

WIKA Sebut Sidang Perdana PKPU Anak Usaha Digelar 22 Juli 2026

PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (BEI: WIKA) menegaskan gugatan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) terhadap anak usahanya, PT Wijaya Karya Industri & Konstruksi (WIKON),

Populer 7 Hari

Berita Terbaru