back to top

Strategi Baru PTRO, Anak Usaha Direstrukturisasi

Emitentrust.com- PT PT Petrosea Tbk (PTRO) melakukan restrukturisasi internal dengan mengalihkan kepemilikan saham anak usaha. Meski ada transaksi, manajemen menegaskan tidak terjadi perubahan pengendalian dalam grup.

Sekretaris Perusahaan PTRO, Anto Broto, menyampaikan telah terjadi pengalihan 51% saham PT Lintas Kelola Bersama (LKB) dari PT Petrosea Infrastruktur Nusantara (PIN) kepada PT Petrosindo Investama Sinergi (PIS).

Pengalihan saham ini dilakukan berdasarkan Akta Jual Beli saham No.33 tanggal 23 Februari 2026 yang dibuat dihadapan notaris Ungke Mulawati SH di Jakarta Timur.

Nilai jual beli saham tersebut sebesar Rp2,55 miliar. DIsebutkan bahwa tujuan pengalihan antar anak perusahaan untuk menyelaraskan fokus portofolio bisnis dari masing-masing entitas anak khususnya dalam mendukung penguatan dan pengembangan bisnis jasa pertambangan perseroan.

LKB dimiliki secara tidak lansung sebesar 51% oleh perseroan melalui PIN. PIN dimiliki secara tidak langsung sebesar 99,99% oleh perseroan.Sedangkan PIS dimiliki secara tidak langsung sebesar 100% oleh perseroan.

Artikel Terkait

Pengadilan Singapura Perpanjang Moratorium MDLN hingga Agustus 2026

Modernland Realty Tbk (MDLN) mengumumkan perkembangan terbaru terkait proses restrukturisasi utang melalui anak usahanya, Modernland Overseas Pte. Ltd. (MLO). Perseroan mengungkapkan bahwa permohonan moratorium

BNI Beri Hadiah 16,38 Juta Saham Treasuri ke Karyawan

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) resmi menyelesaikan pengalihan seluruh saham hasil pembelian kembali saham (buyback) tahun 2025 sebanyak 16,38 juta lembar saham untuk pelaksanaan Program Kepemilikan Saham Pegawai (Employee Share Ownership Program/ESOP).

Begini Kata Penilai Soal Transaksi Afiliasi SMKM Rp30M

PT Sumber Mas Konstruksi Tbk (SMKM) memperoleh pendapat kewajaran dari Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Ihot Dollar & Raymond terkait rencana pemberian pinjaman kepada perusahaan afiliasi, Panasia Aquaculture Pte. Ltd..

Populer 7 Hari

Berita Terbaru