Emitentrust.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melanjutkan tren pelemahan pada perdagangan Selasa (28/7/2026). Koreksi yang terjadi hari ini menjadi penurunan lima hari berturut-turut, dengan IHSG ditutup melemah 55,19 poin atau 0,89% ke level 6.130,58.
Sepanjang perdagangan, IHSG bergerak variatif pada rentang 6.130 hingga 6.199, setelah dibuka di level 6.185.
Pelemahan IHSG dipicu oleh mayoritas indeks sektoral yang bergerak di zona merah. Sektor properti dan real estate menjadi pemberat utama setelah terkoreksi 3,25%, disusul sektor energi yang turun 1,75%, perindustrian 1,00%, teknologi 0,88%, keuangan 0,85%, serta infrastruktur 0,76%.
Selanjutnya, sektor transportasi melemah 0,74%, kesehatan turun 0,63%, barang baku terkoreksi 0,53%, dan barang konsumen non-primer melemah 0,34%. Sementara itu, sektor barang konsumen primer menjadi satu-satunya sektor yang mampu bertahan di zona hijau dengan kenaikan 0,52%.
Aktivitas perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat volume transaksi mencapai 24,87 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp10,70 triliun. Sebanyak 360 saham melemah, 265 saham menguat, dan 172 saham ditutup stagnan.
Dari sisi pergerakan harga, Gudang Garam Tbk (GGRM) memimpin daftar saham dengan kenaikan nominal terbesar setelah naik Rp800 menjadi Rp18.350 per saham. Disusul POLU yang menguat Rp575 menjadi Rp12.575, serta ALKA yang naik Rp340 ke level Rp1.715 per saham.
Sementara itu, saham dengan penurunan nominal terbesar dipimpin MPRO yang anjlok Rp2.150 menjadi Rp12.275 per saham. Diikuti PGUN yang turun Rp575 ke Rp7.525, dan ARKO yang melemah Rp525 menjadi Rp4.600 per saham.
Dalam daftar top gainers, KOBX melesat 33,78% ke level 198, disusul ALKA yang melonjak 24,72%, DWGL naik 24,34%, MCAS menguat 21,80%, serta ZONE yang terapresiasi 21,42%.
Sebaliknya, MPRO menjadi top loser setelah menyentuh batas Auto Reject Bawah (ARB) dengan penurunan 14,90% ke level 12.275. Pelemahan juga dialami KDTN yang turun 14,89%, DMMX terkoreksi 12,50%, ARKO melemah 10,24%, dan TAMA turun 10,23%.
Dari sisi frekuensi perdagangan, saham BUMI menjadi yang paling aktif diperdagangkan dengan 43.736 kali transaksi senilai Rp458,4 miliar. Posisi berikutnya ditempati KOTA sebanyak 37.576 kali transaksi senilai Rp103 miliar, serta BULL sebanyak 36.982 kali transaksi dengan nilai Rp116 miliar.
Di jajaran LQ45, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) memimpin daftar top losers setelah turun 2,94% ke level Rp165 per saham. Disusul PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) yang melemah 2,90% ke Rp670 per saham, serta PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) yang terkoreksi 2,69% ke level Rp2.890 per saham.


