back to top

Manuver MDKA Dukung Tambang Pani Milik EMAS

Emitentrust.com – PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) kembali melakukan manuver internal untuk mengoptimalkan aset grup. Kali ini, dua anak usahanya, PT Batutua Tembaga Raya (BTR) dan PT Merdeka Mining Indonesia (MMI), menandatangani perjanjian sewa alat berat dengan nilai transaksi mencapai Rp39,37 miliar.

Corporate Secretary MDKA, Adi Adriansyah Sjoekri, dalam keterangan tertulis Selasa (6/1) menjelaskan bahwa BTR sepakat menyewakan aset alat berat miliknya kepada MMI agar dapat dimanfaatkan secara optimal sesuai kebutuhan operasional.

Langkah ini dilakukan untuk mendukung kegiatan operasional Tambang Emas Pani, proyek strategis yang dikelola oleh entitas anak MDKA lainnya, PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS). Melalui skema sewa internal ini, kebutuhan alat berat MMI dapat terpenuhi tanpa harus mencari penyedia eksternal.

Manajemen menilai transaksi antar entitas terafiliasi ini lebih efisien dan efektif dibandingkan jika dilakukan dengan pihak ketiga. Selain menekan biaya dan meningkatkan fleksibilitas operasional, langkah ini juga dinilai mampu memaksimalkan pemanfaatan aset BTR yang sebelumnya belum sepenuhnya terutilisasi.

“Transaksi ini diharapkan dapat mendukung kelancaran operasional dan memberikan nilai tambah investasi secara tidak langsung bagi pemegang saham,” ujar Adi.

Sebagai catatan, BTR merupakan perusahaan terafiliasi MDKA, sementara MMI adalah entitas terkendali dengan kepemilikan saham langsung sebesar 99,99%. Dengan struktur tersebut, transaksi ini dikategorikan sebagai transaksi afiliasi, namun bukan transaksi material.

Adi menegaskan bahwa nilai transaksi tidak mencapai 20% dari ekuitas MDKA, mengacu pada laporan keuangan konsolidasian interim per 30 Juni 2025, sehingga tidak termasuk transaksi material sebagaimana diatur dalam POJK No. 17/2020.

Artikel Terkait

BEI Umumkan Saham Dikuasai Segelintir Investor, Ini Emitennya!

Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali mengeluarkan pengumuman penting terkait sejumlah emiten yang memiliki kepemilikan saham terkonsentrasi tinggi atau high shareholding concentration per 31 Maret 2026.

Bengkak 348%! PTPP Rugi Hampir Rp8T di 2025

PT PP (Persero) Tbk (PTPP) mencatatkan rugi bersih sebesar Rp7,99 triliun sepanjang 2025, membengkak sekitar 348% dibandingkan rugi Rp1,78 triliun pada 2024 (YoY).

KB Bank (BBKP) Tinggalkan Rugi Triliunan di 2025

PT Bank KB Indonesia Tbk (BBKP) (sebelumnya Bank Bukopin) berhasil membalikkan kinerja secara signifikan sepanjang 2025 dengan mencatatkan laba bersih sebesar Rp66,6 miliar, berbanding terbalik dari rugi Rp6,33 triliun pada 2024,

Populer 7 Hari

Berita Terbaru