back to top

Sisa Dana IPO GULA Masih Ngendap di BCA Tanpa Bunga

Emitentrust.com – PT Aman Agrindo Tbk (GULA) melaporkan penggunaan dana hasil penawaran umum perdana saham (IPO) yang efektif pada 3 Agustus 2022. Dari total dana bersih IPO sebesar Rp50,34 miliar, hampir seluruhnya telah direalisasikan, menyisakan dana sebesar Rp3,25 miliar yang hingga kini masih mengendap di rekening bank.

Berdasarkan laporan resmi perseroan, sisa dana IPO sebesar Rp3.252.358.471 ditempatkan di PT Bank Central Asia Tbk (BCA) tanpa imbal hasil alias berbunga 0 persen. Dana tersebut dikategorikan sebagai dana milik pihak ketiga dan belum digunakan untuk aktivitas operasional lanjutan.

Adapun realisasi penggunaan dana terbesar terserap untuk pembelian dan instalasi mesin yang mencapai Rp28,88 miliar atau sekitar 57 persen dari total dana IPO. Sementara itu, pembangunan pabrik dan fasilitas penunjang lainnya menyerap Rp11,39 miliar atau 23 persen, dan sisanya sebesar Rp10,06 miliar dialokasikan sebagai modal kerja.

Menariknya, jika dibandingkan dengan rencana awal dalam prospektus, terdapat pergeseran alokasi dana, khususnya pada pos pembangunan pabrik dan pembelian mesin. Meski secara persentase masih sejalan, realisasi menunjukkan penyesuaian nominal yang cukup signifikan.

Di sisi lain, biaya penawaran umum juga memakan porsi tidak kecil. Total biaya emisi tercatat mencapai lebih dari Rp3,17 miliar, mencakup underwriting fee, management fee, selling fee, hingga jasa profesi penunjang pasar modal.

Artikel Terkait

DOID Siapkan Rp104M untuk Buyback Saham

PT BUMA Internasional Grup Tbk (DOID) berencana melakukan pembelian kembali saham (buyback) dengan menyiapkan dana

INDY Terbitkan Utang USD100 Juta Buat Garap Tambang Emas di Sulsel

PT Indika Energy Tbk. (INDY) resmi menerbitkan surat utang senior senilai USD100 juta dengan kupon tetap 8,75% per tahun dan jatuh tempo pada 2029.

FOOD Minta Restu! Lepas Kantor di Equity Tower Rp18M

PT Sentra Food Indonesia Tbk. berencana melakukan transaksi afiliasi sekaligus transaksi material senilai Rp18 miliar melalui entitas anak usahanya, PT Kemang Food Industries (KFI).

Populer 7 Hari

Berita Terbaru