back to top

Purbaya Sebut Juda Agung Calon Kuat Wamenkeu Baru

Emitentrust.com – Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa menyebut mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Juda Agung sebagai salah satu calon kuat untuk mengisi posisi Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) yang saat ini masih kosong.

Meski mengonfirmasi nama Juda Agung telah masuk dalam bursa calon Wamenkeu, Purbaya mengaku masih belum mengetahui secara pasti siapa yang akan mengisi kursi kosong tersebut.

“Kelihatannya (Juda Agung). Kan saya sudah ketemu dengan beliau, dan kelihatannya sih salah satu calon yang kuat ya,” kata Purbaya usai acara Indonesia Fiscal Forum (IFF) 2026 di Jakarta, Selasa.

Purbaya memperkirakan pelantikan akan berlangsung pada bulan Februari 2026.

“Pelantikan saya dengar sih Februari ya, ada yang bilang seharusnya Februari. Mungkin minggu depan,” ucap Purbaya.

Lebih lanjut, mengenai pembagian tugas Wamenkeu ke depan, dirinya menuturkan belum mengetahui keputusan pasti.

Namun Purbaya memastikan untuk tugas penerimaan bea cukai dan pajak akan ia tangani langsung.

“Saya juga enggak tahu pembagiannya seperti apa, pokoknya kita kerja aja udah. Yang macet-macet saya beresin. Tapi bea cukai dan pajak saya tangani langsung karena itu penting buat penerimaan tahun ini dan untuk menekan defisit anggaran kita,” kata Menkeu.

Artikel Terkait

Grab Bantah! Rumor Hengkang dari Indonesia Dipastikan Hoaks

CEO Grab Indonesia, Neneng Goenadi membantah kabar yang menyebut Grab akan keluar dari Indonesia. Dia memastikan perusahaan tetap berkomitmen

Rupiah Mendekati Rp18.000 per USD, BI Siapkan Lima Langkah Stabilisasi

Bank Indonesia kembali merespons atas kondisi nilai tukar rupiah saat ini. Kali ini melalui pernyataan Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia Ramdan Denny Prakoso.

BI Ungkap Cadangan Devisa RI Naik Jadi USD146,2 Miliar di April 2026

BI mencatat Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir April 2026 tetap tinggi sebesar 146,2 miliar dolar AS, meskipun menurun dibandingkan dengan posisi akhir Maret 2026 sebesar 148,2 miliar dolar AS.

Populer 7 Hari

Berita Terbaru