back to top

Ekspansi Global Dimulai! SMKM Ambil Alih LSO Holdings di Singapura

Emtrust – Emiten konstruksi umum, PT Sumber Mas Konstruksi Tbk (SMKM), mengumumkan langkah strategis ekspansi bisnis ke mancanegara. Perseroan secara resmi telah menandatangani Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat (Conditional Sale and Purchase Agreement/CSPA) untuk mengakuisisi 100% saham LSO Organization Holdings Pte. Ltd. (LSO Holdings) yang berbasis di Singapura.

Berdasarkan keterbukaan informasi yang disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 30 Januari 2026, manajemen SMKM menjelaskan bahwa kesepakatan ini dilakukan dengan pihak Advanced Systems Automation Limited (ASA). Nilai transaksi akuisisi ini diperkirakan mencapai SGD13.000.000 atau sekitar tiga belas juta Dolar Singapura.

Direktur SMKM, Ruben Partogi, menyatakan bahwa tujuan utama dari transaksi ini adalah untuk mendukung pengembangan usaha yang sejalan dengan keahlian pengendali perseroan, Lim Shrimp Org Pte. Ltd.. Fokus utama pengembangan tersebut mencakup bidang konstruksi dan pengembangan budidaya perikanan.

“Langkah ini diambil guna meningkatkan nilai dan kinerja perseroan di masa mendatang melalui pengalihan aset baru berupa LSO Holdings,” ungkap manajemen dalam laporannya.

Penyelesaian transaksi ini ditargetkan maksimal pada 30 Juni 2027, menyesuaikan dengan pemenuhan kondisi prasyarat yang tertuang dalam CSPA. Menariknya, untuk mendukung pendanaan dan finalisasi valuasi, perseroan juga merencanakan pelaksanaan Penawaran Umum Terbatas dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (Rights Issue) pada tahun 2027 mendatang.

Manajemen menegaskan bahwa akuisisi ini bukan merupakan transaksi afiliasi sebagaimana diatur dalam POJK No. 42/2020 dan tidak memberikan dampak negatif terhadap kondisi keuangan maupun kelangsungan usaha operasional perseroan saat ini.

Artikel Terkait

BEI Umumkan Saham Dikuasai Segelintir Investor, Ini Emitennya!

Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali mengeluarkan pengumuman penting terkait sejumlah emiten yang memiliki kepemilikan saham terkonsentrasi tinggi atau high shareholding concentration per 31 Maret 2026.

Bengkak 348%! PTPP Rugi Hampir Rp8T di 2025

PT PP (Persero) Tbk (PTPP) mencatatkan rugi bersih sebesar Rp7,99 triliun sepanjang 2025, membengkak sekitar 348% dibandingkan rugi Rp1,78 triliun pada 2024 (YoY).

KB Bank (BBKP) Tinggalkan Rugi Triliunan di 2025

PT Bank KB Indonesia Tbk (BBKP) (sebelumnya Bank Bukopin) berhasil membalikkan kinerja secara signifikan sepanjang 2025 dengan mencatatkan laba bersih sebesar Rp66,6 miliar, berbanding terbalik dari rugi Rp6,33 triliun pada 2024,

Populer 7 Hari

Berita Terbaru