Emitentrust.com- PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) mencatatkan laba bersih USD91,61 juta sepanjang 2025, melonjak 25,6% dibandingkan tahun 2024 sebesar USD72,96 juta. Kinerja positif ini sekaligus memangkas defisit perseroan secara signifikan.
Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian per 31 Desember 2025, laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai USD91,53 juta, naik 21,4% dari tahun sebelumnya sebesar USD75,39 juta.
Penjualan neto ENRG tumbuh 6,6% menjadi US$498,13 juta, dibandingkan US$467,43 juta pada 2024.
Menariknya, beban pokok penjualan justru turun tipis 0,9% menjadi USD316,64 juta. Alhasil, laba bruto melonjak 22,6% menjadi USD181,48 juta dari sebelumnya USD148,06 juta.
Laba usaha ikut terdongkrak 24,7% menjadi USD154,76 juta, dari US$124,11 juta di tahun sebelumnya.
Meski beban pajak penghasilan meningkat 66,3% menjadi USD36,49 juta, lonjakan kinerja operasional membuat laba bersih tetap melesat.
Per 31 Desember 2025, posisi defisit tercatat USD283,87 juta, membaik 24,4% dibandingkan posisi akhir 2024 yang mencapai USD375,40 juta.
Total ekuitas pun melonjak 25,2% menjadi USD822,74 juta, dari USD657,14 juta pada 2024.
Total aset ENRG meningkat 15,1% menjadi US$1,82 miliar, dibandingkan US$1,58 miliar tahun sebelumnya.
Kenaikan signifikan terutama berasal dari, Aset minyak dan gas bumi yang melonjak 29,0% menjadi US$957,81 juta, Kas dan setara kas naik 16,1% menjadi US$62,25 juta dan Kas dibatasi penggunaannya naik 34,1% menjadi US$127,41 juta.
Sementara itu, total liabilitas meningkat 7,9% menjadi USD999,58 juta.
Arus kas dari aktivitas operasi menunjukkan lonjakan signifikan 58,9% menjadi US$330,02 juta, dibandingkan US$207,66 juta pada 2024.
Namun, belanja investasi tetap agresif dengan arus kas investasi negatif US$307,37 juta, terutama untuk pengembangan aset minyak dan gas bumi.


