back to top

Free Float INKP Bengkak, Cucu Pendiri Sinarmas Grup Penerima Akhir

Emitentrust.com- Struktur kepemilikan saham emiten pulp dan kertas PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) masih didominasi kelompok usaha Sinar Mas grup

Berdasarkan Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek (LBRE) per 28 Februari 2026, pemegang saham pengendali melalui PT APP Purinusa tercatat menguasai 3,19 miliar saham atau sekitar 58,31% dari total saham perseroan.

Dengan komposisi tersebut, entitas yang berada di bawah payung bisnis Asia Pulp & Paper itu tetap menjadi pengendali utama emiten produsen kertas terbesar di Indonesia tersebut.

Jackson Wijaya Limantara yang merupakan cucu pendiri Sinarmas Grup ditetapkan sebagai pemilik manfaat akhir.

Di sisi lain, porsi saham yang beredar di publik atau free float tercatat mencapai 2,18 miliar saham atau sekitar 39,97% dari total saham tercatat sebanyak 5,47 miliar saham.

Angka ini sedikit meningkat dibanding bulan sebelumnya yang berada di kisaran 39,65%.

Adapun saham publik mayoritas berada dalam bentuk non-warkat sebanyak 2,18 miliar saham, sementara sisanya sekitar 72,24 juta saham masih dalam bentuk warkat.

Meski porsi saham publik cukup besar, jumlah investor INKP justru mengalami penurunan.

Data registrasi menunjukkan jumlah pemegang saham berbasis Single Investor Identification (SID) turun dari 18.990 investor menjadi 17.298 investor, atau berkurang sekitar 1.692 investor hingga akhir Februari 2026.

Sementara itu, kepemilikan saham oleh jajaran manajemen perseroan tercatat relatif kecil.

Direktur INKP Hendra Jaya Kosasih tercatat memiliki 226.800 saham atau sekitar 0,0041% dari total saham perseroan.

Artikel Terkait

BEI Jatuhkan 845 Sanksi ke 494 Emiten di Q1 2026

Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga integritas pasar modal dengan menjatuhkan 845 sanksi kepada 494 perusahaan tercatat

Waskita Karya (WSKT) Rugi Rp778M di Kuartal I 2026

Waskita Karya (Persero) Tbk mencatatkan perbaikan kinerja pada kuartal I-2026 meski masih berada dalam tekanan. Perseroan membukukan rugi bersih sebesar Rp778,85 miliar hingga 31 Maret 2026, menyempit 42,9% dibandingkan rugi bersih Rp1,36 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Rugi WSBP Membengkak 65%! Beban Naik, Margin Ambruk di Kuartal I 2026

Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) mencatatkan kinerja yang masih tertekan pada kuartal I-2026. Perseroan membukukan rugi bersih sebesar Rp144,70 miliar hingga 31 Maret 2026, meningkat 65,6% dibandingkan rugi bersih Rp87,40 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya

Populer 7 Hari

Berita Terbaru