back to top

Laba TOTL Melejit 56%! Pendapatan Nyaris Sentuh Rp4T

Emitentrust.com – Emiten konstruksi PT Total Bangun Persada Tbk (TOTL) membukukan kinerja impresif sepanjang 2025 dengan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk melonjak sekitar 56,1% menjadi Rp414,31 miliar, dibandingkan Rp265,42 miliar pada tahun sebelumnya.

Berdasarkan laporan keuangan perseroan hingga 31 Desember 2025 yang dirilis Kamis, peningkatan laba tersebut ditopang oleh pertumbuhan pendapatan usaha yang mencapai Rp3,90 triliun, naik dari Rp3,08 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Seiring kenaikan pendapatan, beban pokok pendapatan turut meningkat menjadi Rp3,15 triliun dari Rp2,54 triliun. Meski demikian, perseroan masih mampu meningkatkan laba kotor menjadi Rp751,16 miliar, lebih tinggi dibandingkan Rp546,92 miliar pada tahun sebelumnya.

Kinerja operasional yang solid juga tercermin pada laba sebelum beban pajak yang tumbuh menjadi Rp417,09 miliar, naik dari Rp267,36 miliar pada periode sebelumnya.

Dari sisi posisi keuangan, total aset perseroan tercatat meningkat menjadi Rp4,04 triliun per 31 Desember 2025, dibandingkan Rp3,49 triliun pada akhir 2024. Sementara itu, liabilitas juga naik menjadi Rp2,71 triliun dari sebelumnya Rp2,30 triliun.

Kenaikan pendapatan dan laba ini menegaskan momentum pertumbuhan yang berhasil dijaga oleh PT Total Bangun Persada Tbk di tengah dinamika industri konstruksi nasional.

Artikel Terkait

AHAP Gelar Rights Issue 3,5 Miliar Saham, Asuransi Central Asia Serap 62,58%

PT Asuransi Harta Aman Pratama Tbk (AHAP) berencana menggelar Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) V atau rights issue dengan nilai maksimal Rp175 miliar.

Asuransi Maximus (ASMI) Berbalik Boncos! Rugi Rp124,2M pada Semester I-2026

PT Asuransi Maximus Graha Persada Tbk (ASMI) membukukan rugi bersih sebesar Rp124,25 miliar pada semester I-2026. Hasil tersebut berbalik dari laba bersih Rp793,30 juta yang dicatatkan pada periode yang sama tahun lalu

BEI Beberkan Pipeline Terbaru!

Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat aktivitas penghimpunan dana di pasar modal tetap bergulir hingga akhir Juli 2026. Sepanjang periode tersebut, sebanyak tujuh perusahaan telah melaksanakan penawaran umum

Populer 7 Hari

Berita Terbaru