Emitentrust.com – Emiten tambang nikel PT Vale Indonesia Tbk (INCO) menunjukkan lonjakan signifikan sepanjang 2025. Perseroan membukukan laba bersih sebesar US$76,06 juta, melonjak 31,7% dibandingkan tahun 2024 yang sebesar US$57,76 juta.
Berdasarkan laporan keuangan yang dirilis perseroan pada Senin (16/3) disebutkan , peningkatan laba tersebut ditopang oleh pertumbuhan pendapatan serta kontribusi sejumlah pos keuntungan non-operasional.
Sepanjang 2025, pendapatan Vale Indonesia mencapai US$990,19 juta, meningkat dari US$950,38 juta pada 2024. Kenaikan ini turut mendorong laba bruto menjadi US$110,85 juta, naik dari US$108,23 juta pada tahun sebelumnya.
Dari sisi operasional, laba usaha perseroan tercatat US$41,43 juta. Selain itu, perusahaan juga mendapat dorongan dari keuntungan nilai wajar investasi saham sebesar US$6,68 juta, serta keuntungan dari aset derivatif sebesar US$16,57 juta.
Dengan tambahan pendapatan keuangan sebesar US$37,26 juta, laba sebelum pajak perusahaan melonjak menjadi US$94,53 juta, dibandingkan US$74,06 juta pada 2024.
Setelah dikurangi beban pajak penghasilan sebesar US$18,47 juta, laba bersih tahun berjalan mencapai US$76,06 juta.
Dari sisi neraca, total aset perseroan juga meningkat menjadi US$3,35 miliar pada akhir 2025, dibandingkan US$3,18 miliar pada 2024. Sementara itu, total ekuitas naik menjadi US$2,78 miliar dari sebelumnya US$2,73 miliar.
Di sisi arus kas, aktivitas operasi menghasilkan kas bersih sebesar US$234,73 juta, menunjukkan kemampuan perusahaan dalam menjaga arus kas operasional tetap positif di tengah ekspansi investasi.
Namun demikian, kas dan setara kas pada akhir tahun turun menjadi US$376,36 juta, dari sebelumnya US$674,69 juta, seiring belanja investasi besar terutama untuk pembelian aset tetap yang mencapai US$485,89 juta.
Vale Indonesia juga membagikan dividen sekitar US$34,66 juta kepada pemegang saham selama 2025.
Dengan capaian tersebut, laba per saham dasar perseroan meningkat menjadi US$0,0072 per saham, dari US$0,0056 per saham pada 2024.


