Emitentrust.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hingga penutupan perdagangan sesi I, Senin (30/3/2026) kembali melemah 26,65 poin atau 0,38% ke level 7.070,40.
Pelemahan ini terjadi di tengah dominasi tekanan jual, di mana delapan dari sebelas sektor di Bursa Efek Indonesia (BEI) bergerak di zona merah.
Sektor keuangan menjadi pemberat utama dengan penurunan terdalam sebesar 1,75%. Disusul sektor properti yang turun 0,96% serta sektor barang konsumen non-siklikal yang melemah 0,50%.
Di sisi lain, hanya tiga sektor yang mampu bertahan di zona hijau. Sektor teknologi mencatat penguatan terbesar sebesar 1,12%, diikuti sektor energi yang naik 1,01% dan sektor perindustrian yang menguat 0,51%.
Dari sisi aktivitas perdagangan, volume transaksi tercatat mencapai 14,41 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp7,72 triliun. Sebanyak 423 saham melemah, 245 saham menguat, dan 146 saham stagnan.
Beberapa saham yang mencatatkan kenaikan harga antara lain DCII yang melonjak Rp9.525 ke Rp209.800 per saham, DSSA yang naik Rp3.075 ke Rp65.800, serta ITMG yang menguat Rp1.000 ke Rp29.825 per saham.
Sementara itu, saham-saham yang mengalami penurunan di antaranya MKPI yang turun Rp925 ke Rp22.675 per saham, SMMA melemah Rp600 ke Rp15.400, serta BYAN yang terkoreksi Rp425 ke Rp11.900 per saham.
Untuk saham dengan frekuensi transaksi tertinggi, Bank Central Asia Tbk (BBCA) memimpin dengan 50.730 kali transaksi senilai Rp1,03 triliun. Disusul Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) sebanyak 46.229 kali senilai Rp671 miliar, serta Bumi Resources Tbk (BUMI) sebanyak 37.904 kali senilai Rp408 miliar.
Di indeks LQ45, tekanan terbesar dialami oleh Vale Indonesia Tbk (INCO) yang turun 4,21%, diikuti Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang melemah 3,73%, serta Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) yang terkoreksi 3,44%.
Sementara itu, penguatan di LQ45 dipimpin oleh Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) yang melonjak 6,42%, disusul AKR Corporindo Tbk (AKRA) yang naik 5,54%, serta Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) yang menguat 4,90%.


