Emitentrust.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak fluktuatif dan cenderung berada di zona merah sepanjang perdagangan awal pekan. Pada penutupan perdagangan Senin (30/3/2026), IHSG ditutup melemah tipis 5,38 poin atau 0,08% ke level 7.091,67.
Tekanan terhadap IHSG terutama berasal dari pelemahan sejumlah sektor utama. Sektor keuangan mencatatkan penurunan terdalam sebesar 1,17%, diikuti sektor barang baku yang turun 0,80%, serta sektor properti dan real estate yang melemah 0,46%. Sektor infrastruktur juga ikut terkoreksi sebesar 0,34%.
Namun, pelemahan indeks berhasil diredam oleh penguatan sejumlah sektor lainnya. Sektor energi menjadi penopang utama dengan kenaikan 2,18%, disusul sektor teknologi yang menguat 1,42% dan sektor transportasi yang naik 1,41%. Selain itu, sektor barang konsumen non-primer juga mencatat kenaikan 1,29%, diikuti sektor perindustrian 0,83%, barang konsumen primer 0,25%, serta kesehatan 0,14%.
Dari sisi aktivitas perdagangan, total volume transaksi mencapai 24,71 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp14,55 triliun. Sebanyak 403 saham tercatat melemah, sementara 272 saham menguat dan 149 saham stagnan.
Sejumlah saham mencatatkan penguatan signifikan, di antaranya DCII yang naik Rp9.475 menjadi Rp209.750 per saham, DSSA yang menguat Rp4.150 menjadi Rp66.875 per saham, serta MLPT yang naik Rp1.475 ke level Rp15.925 per saham.
Sebaliknya, beberapa saham mengalami tekanan cukup dalam, seperti ADES yang turun Rp450 menjadi Rp16.475 per saham, BYAN melemah Rp400 ke Rp11.925, serta MKPI yang turun Rp400 menjadi Rp23.200 per saham.
Untuk saham paling aktif diperdagangkan, BBCA mencatatkan frekuensi transaksi tertinggi sebanyak 72.603 kali dengan nilai Rp1,55 triliun. Disusul BUMI dengan 65.163 kali transaksi senilai Rp725 miliar, serta BBRI sebanyak 64.810 kali dengan nilai Rp1,06 triliun.
Di jajaran indeks LQ45, saham-saham yang menjadi penekan (top losers) antara lain Vale Indonesia Tbk (INCO) yang turun 4,67% ke Rp5.100 per saham, Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) yang melemah 4,02% ke Rp3.100, serta Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang terkoreksi 3,73% ke Rp6.450 per saham.
Sementara itu, saham-saham yang mencatatkan kinerja terbaik (top gainers) di LQ45 dipimpin oleh Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) yang melonjak 8,86% ke Rp11.675 per saham. Diikuti Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) yang naik 6,62% ke Rp66.875 dan Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) yang menguat 6,42% ke Rp1.160 per saham.


