Emitentrust.com – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (BJTM) berhasil menutup tahun 2025 dengan kinerja solid. Dalam pemaparan publik di Hotel Discovery SCBD Jakarta Senin (30/3) manajemen menegaskan strategi transformasi dan efisiensi menjadi kunci menjaga pertumbuhan.
Direktur Utama Winardi Legowo menyampaikan, Bank Jatim fokus menjaga keseimbangan dana murah, penyaluran kredit selektif, serta mendorong digitalisasi untuk meningkatkan pendapatan non-bunga. Transformasi juga diperkuat melalui lima pilar utama, mulai dari tata kelola, penguatan teknologi, hingga sinergi Kelompok Usaha Bank.
Hasilnya, kinerja Bank Jatim (bank only) tetap tumbuh positif. Total aset mencapai Rp105,8 triliun atau naik 3,70% (YoY), penyaluran kredit sebesar Rp67,2 triliun (+4,98% YoY), serta laba bersih tembus Rp1,54 triliun atau melonjak 20,65% dibanding tahun sebelumnya. Kredit didominasi segmen konsumer Rp36,54 triliun (+6,20%) dan kredit produktif Rp30,7 triliun (+3,55%).
Dari sisi pendanaan, strategi penguatan dana murah menunjukkan hasil. Giro naik 12,5% menjadi Rp21,4 triliun, sementara jumlah nasabah Dana Pihak Ketiga mencapai 10,9 juta atau tumbuh 5,64% YoY.
Secara konsolidasi, kinerja Bank Jatim bahkan lebih agresif. Total aset melonjak 42,93% menjadi Rp168,85 triliun, kredit naik 46,65% menjadi Rp110,5 triliun, dan laba bersih meningkat 24,80% menjadi Rp1,617 triliun.
Lonjakan ini mencerminkan kuatnya fundamental serta keberhasilan strategi ekspansi dan sinergi bisnis.
Langkah strategis lain yang menjadi sorotan adalah keberhasilan Bank Jatim menjadi induk dari lima BPD, yaitu Bank NTB Syariah, Bank Banten, Bank Lampung, Bank Sultra dan Bank NTT.
Menurut Winardi, tahun 2026 akan difokuskan untuk memaksimalkan sinergi bisnis dan keuangan dari kelompok usaha tersebut.
Untuk menjaga kualitas aset, Bank Jatim melakukan berbagai langkah, termasuk, Hapus buku kredit Rp1,03 triliun, Recovery Rp192 miliar (18,6%) dan Restrukturisasi kredit Rp4,17 triliun
Upaya ini dilakukan secara disiplin dengan monitoring ketat oleh manajemen.
Transformasi digital juga menjadi motor pertumbuhan. Sepanjang 2025 yaitu JConnect Mobile mencapai 993.972 user (+22,40%). Nilai transaksi tembus Rp65,77 triliun (+29,55%), QRIS mencapai 203.725 user dengan transaksi Rp3,94 triliun (+47,25%) dan Agen Jatim mencapai 14.842 agen
Digitalisasi dan ekosistem bisnis menjadi kunci ekspansi Bank Jatim ke depan.
Dengan strategi transformasi berbasis lima pilar mulai dari tata kelola hingga digitalisasi Bank Jatim menargetkan posisi sebagai BPD nomor satu di Indonesia.


