back to top

Grup Salim (IMJS) Buka Data! Free Float 8%, Ini Sosok Penerima Manfaat

Emitentrust.com – Struktur kepemilikan saham PT Indomobil Multi Jasa Tbk. (IMJS) emiten grup Salim masih didominasi oleh pemegang saham pengendali, sementara porsi saham publik (free float) tercatat tetap terbatas.

Berdasarkan Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek (LBRE) per 31 Maret 2026, free float IMJS tercatat sebesar 8,03% atau setara 871,03 juta saham dari total saham tercatat sebanyak 10,84 miliar saham.

Angka ini tidak mengalami perubahan dibandingkan bulan sebelumnya, mencerminkan belum adanya aksi korporasi signifikan yang mendorong peningkatan porsi kepemilikan publik.

Dalam laporan tersebut, perseroan juga mengungkap penerima manfaat akhir (beneficial owner). Nama Jusak Kertowidjojo tercatat sebagai pihak yang memiliki kendali manfaat atas IMJS.

Di sisi lain, kendali atas perseroan masih berada di tangan PT Indomobil Sukses, yang menguasai 91,97% saham. Kepemilikan jumbo ini sekaligus menegaskan posisi sebagai penerima manfaat akhir (ultimate beneficial owner) dalam struktur grup Indomobil.

Seluruh saham free float berasal dari investor publik dengan kepemilikan di bawah 5%, tanpa keterlibatan saham milik direksi, komisaris, maupun afiliasi pengendali dalam perhitungan tersebut.

Menariknya, tidak terdapat saham treasuri, saham dalam status blokir, maupun saham yang terkena pembatasan (lock-up), sehingga seluruh porsi free float sepenuhnya berasal dari kepemilikan publik non-pengendali.

Namun demikian, jumlah investor justru mengalami penurunan. Tercatat jumlah pemegang saham turun dari 13.522 menjadi 12.918 investor, atau berkurang 604 investor dalam sebulan terakhir.

Manajemen IMJS menegaskan bahwa seluruh penyusunan laporan telah dilakukan secara akurat dan sesuai dengan ketentuan Bursa, termasuk perhitungan free float yang mengacu pada Peraturan Bursa Nomor I-A.

Artikel Terkait

Free Float AGII Cuma 7,55%, Kendali Terkonsentrasi Saratoga & Grup Samator

Porsi saham publik (free float) PT Samator Indo Gas Tbk (AGII) terpantau masih terbatas, hanya 7,55%, menandakan likuiditas saham yang relatif ketat di pasar.

NICK Caplok Okansa Pacific, Langsung Kuasai 50% Saham

PT Charnic Capital Tbk (NICK) resmi melakukan langkah ekspansi dengan mengakuisisi saham PT Okansa Pacific sekaligus memperkuat struktur permodalan perusahaan tersebut.

OJK Beber Cara Hitung Saham Dikuasai Segelintir Investor

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan terkait metodologi perhitungan High Shareholding Concentration (HSC) yang sebelumnya diumumkan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 2 April 2026.

Populer 7 Hari

Berita Terbaru