back to top

GOTO Klarifikasi Isu Panas: Dari Saham Danantara hingga Potongan Ojol

Emitentrust.com – PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) memberikan klarifikasi resmi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait sejumlah pemberitaan media massa yang menyoroti kepemilikan saham oleh Danantara serta kebijakan baru pemerintah mengenai transportasi online.

Dalam keterbukaan informasi tertanggal 5 Mei 2026, manajemen GOTO menyatakan bahwa pihaknya masih menunggu rincian resmi terkait Peraturan Presiden Nomor 27 Tahun 2026 tentang Perlindungan Pekerja Transportasi Online.

Perseroan menegaskan bahwa informasi awal mengenai aturan tersebut diperoleh dari pengumuman publik oleh Presiden RI pada 1 Mei 2026. Namun hingga saat ini, GOTO belum menerima dokumen resmi untuk dikaji secara komprehensif.

“Perseroan akan melakukan kajian menyeluruh sebelum menentukan langkah strategis dan rencana bisnis terkait implementasi aturan tersebut,” tulis manajemen.

Terkait isu penurunan take rate aplikator dari 20% menjadi 8%, GOTO belum dapat memberikan dampak pasti terhadap kinerja keuangan.

Pasalnya, tanpa salinan resmi aturan, Perseroan belum bisa menghitung tingkat materialitas maupun merumuskan strategi lanjutan, meski segmen on-demand services saat ini menyumbang sekitar 85% terhadap laba usaha perusahaan.

GOTO menegaskan akan tetap berkoordinasi dengan pemerintah dan para pemangku kepentingan untuk memastikan keberlanjutan bisnis serta kesejahteraan mitra pengemudi.

Menanggapi kabar masuknya investor baru, GOTO mengonfirmasi bahwa Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) memang telah membeli saham Perseroan.

Namun, jumlahnya disebut kurang dari 1% dari total saham yang diterbitkan, sehingga tidak masuk kategori pemegang saham signifikan yang wajib diumumkan secara publik.

Manajemen menyambut positif investasi tersebut sebagai bentuk kepercayaan terhadap fundamental dan prospek jangka panjang perusahaan.

GOTO juga menegaskan bahwa:
Belum ada rencana aksi korporasi material dalam 6 bulan ke depan.

Tidak terdapat pemegang saham utama (di atas ambang batas tertentu).

Tidak ada informasi tambahan material yang belum diungkap ke publik.

Perseroan memastikan akan terus mematuhi seluruh regulasi pasar modal, termasuk kewajiban keterbukaan informasi secara tepat waktu.

Artikel Terkait

Saham MDIA Terbang 274% Sebulan, Ternyata VIVA Masih Kuasai 80,73%

Reli tajam saham PT Intermedia Capital Tbk (MDIA) kembali menjadi perhatian pelaku pasar. Dalam satu bulan terakhir, saham emiten media tersebut tercatat melonjak sekitar 274%, menjadikannya salah satu saham dengan kinerja terbaik di

Begini Komposisi Kepemilikan dan Free Float Saham RATU per Juli 2026

PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) melaporkan porsi saham free float tetap sebesar 30,93% hingga akhir Juli 2026 atau setara 839,75 juta saham dari total 2,715 miliar saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia. Perseroan juga menegaskan bahwa

BEI Buka Gembok Saham COAL di FCA, Ini Alasannya

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi mencabut penghentian sementara (suspensi) perdagangan saham PT Black Diamond Resources Tbk (COAL). Dengan keputusan tersebut, saham COAL kembali dapat diperdagangkan di Pasar Reguler dan Pasar Tunai mulai Sesi IV Periodic Call Auction

Populer 7 Hari

Berita Terbaru