Emitentrust.com – PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) emiten milik Prajogo Pangestu melalui entitas anak usahanya, PT Chandra Asri Alkali (CAA), mengumumkan progres pembangunan Pabrik Chlor Alkali dan Ethylene Dichloride (CA-EDC) telah mencapai 66%.
Pencapaian tersebut menandai masuknya proyek ke fase pembangunan infrastruktur logistik utama, termasuk jetty dan tangki penyimpanan yang akan menopang distribusi dan pengelolaan rantai pasok bahan kimia strategis.
Direktur Sumber Daya Manusia & Urusan Korporasi Chandra Asri Group, Suryandi, mengatakan pengembangan infrastruktur terintegrasi menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem industri kimia nasional yang lebih efisien dan kompetitif.
“Kami harapkan dalam jangka panjang, fasilitas ini dapat meningkatkan daya saing Indonesia sebagai basis industri kimia di kawasan Asia Tenggara,” ujarnya.
Pabrik CA-EDC tersebut nantinya ditargetkan memiliki kapasitas produksi sebesar 827 ribu ton soda kaustik dan 500 ribu ton Ethylene Dichloride (EDC) per tahun pada tahap awal operasional.
Manajemen menjelaskan, produksi soda kaustik diproyeksikan mampu mengurangi ketergantungan impor hingga sekitar 827 ribu ton per tahun dengan nilai mencapai US$293 juta atau setara Rp4,9 triliun.
Sementara itu, produksi EDC akan difokuskan untuk pasar ekspor dengan potensi devisa mencapai US$300 juta atau sekitar Rp5 triliun per tahun. Langkah ini dinilai dapat memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok industri kimia regional.
Selain kontribusi industri, proyek tersebut juga memberikan dampak ekonomi melalui penyerapan tenaga kerja. Hingga saat ini pembangunan proyek telah melibatkan sekitar 3.000 pekerja selama masa konstruksi dan diproyeksikan membuka sekitar 250 lapangan kerja baru saat mulai beroperasi penuh pada kuartal I-2027.
Perseroan juga menyatakan turut melibatkan UMKM lokal dalam berbagai kebutuhan rantai pasok dan operasional proyek guna memperkuat ekosistem industri dan ekonomi di sekitar wilayah operasional.
Dengan pembangunan fasilitas CA-EDC ini, Chandra Asri Group mempertegas langkah hilirisasi industri kimia nasional sekaligus memperkuat ketahanan pasokan bahan kimia strategis dalam negeri.


