back to top

RMKE Borong Alat Berat EV Teknologi AI Rp45,5M, Fokus Logistik Hijau

Emitentrust.com – PT RMK Energy Tbk (RMKE) resmi memulai transformasi bisnis berkelanjutan melalui investasi alat berat berbasis listrik (electric vehicle/EV) dan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) terintegrasi.

Dalam tahap awal, Perseroan menggelontorkan investasi sebesar Rp45,5 miliar untuk pemesanan armada alat berat listrik yang akan digunakan dalam operasional logistik batubara.

Adapun armada yang dipesan meliputi 10 unit Electric Dump Truck produksi XCMG, satu unit Electric Reach Stacker merek HELI, serta satu unit Electric Forklift 3 ton berbasis baterai lithium.

Seluruh unit tersebut dijadwalkan tiba di lokasi operasional Perseroan pada kuartal III 2026.

Sebagai bagian dari kesiapan elektrifikasi, RMKE menargetkan kapasitas listrik sebesar 5,75 MW pada tahap pertama dan berpotensi meningkat hingga 10 MW seiring konversi seluruh peralatan operasional menjadi berbasis listrik.

Perseroan juga telah membangun gardu listrik khusus berkapasitas 3,8 MW di area Stasiun Simpang dan Pelabuhan Keramasan guna mendukung kebutuhan pengisian daya armada EV.

Selain fokus pada efisiensi energi, seluruh alat berat listrik tersebut akan dilengkapi sistem keselamatan pintar berbasis AI, termasuk fitur steering deceleration otomatis dan pemantauan performa secara real-time untuk meningkatkan keamanan kerja di area operasional.

Berdasarkan studi kelayakan internal Perseroan, biaya operasional Electric Reach Stacker diperkirakan hanya sekitar 18% dibandingkan model diesel konvensional, sementara EV Truck sekitar 39% dibandingkan kendaraan berbahan bakar fosil.

RMKE memperkirakan potensi penghematan mencapai Rp0,8 miliar per unit per tahun untuk Reach Stacker dan sekitar Rp0,38 miliar per unit per tahun untuk EV Truck.

Dari sisi lingkungan, penggunaan satu unit Electric Reach Stacker diperkirakan mampu mengurangi emisi karbon hingga 180 ton per tahun serta menghasilkan efisiensi hingga Rp23,1 miliar dalam periode lima tahun.

Direktur Utama PT RMK Energy Tbk, Vincent Saputra, mengatakan pemesanan tahap pertama tersebut menjadi langkah konkret Perseroan dalam mendorong elektrifikasi operasional yang lebih aman dan rendah karbon.

“Dengan implementasi strategi ini, kami yakin dapat mendukung RMKE mengurangi kecelakaan kerja dengan target zero fatality, sambil secara konsisten mengurangi beban bahan bakar fosil dengan biaya listrik yang murah, serta menerapkan logistik batubara yang jauh lebih bersih,” ujar Vincent.

Melalui integrasi armada EV dan teknologi AI, RMKE optimistis dapat memperkuat posisinya sebagai penyedia jasa logistik energi modern yang efisien dan ramah lingkungan di Indonesia.

Pada perdagangan hari ini Rabu (13/5) saham RMKE terbang 4,3 persen ke level Rp3.350.

Artikel Terkait

OJK Pastikan Indonesia Tetap Bertahan di MSCI Emerging Market

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memastikan pasar modal Indonesia tetap bertahan dalam kategori emerging market atau pasar berkembang berdasarkan hasil peninjauan terbaru dari lembaga penyedia indeks global MSCI

Haji Isam Muncul di PACK, Borong Saham Rp936M

Samsudin Andi Arsyad alias Haji Isam telah melakukan investasi dengan membeli saham PT. Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk. (PACK) pada tanggal 13 Mei 2026.

Pemegang Saham Baru Muncul di PACK, Borong 6,8 Miliar Lembar

PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk (PACK) mencatat masuknya pemegang saham baru setelah Samsudin Andi Arsyad melakukan pembelian saham dalam jumlah jumbo pada 13 Mei 2026.

Populer 7 Hari

Berita Terbaru