Emitentrust.com – PT Cakra Buana Resources Eneri Tbk (CBRE) memberikan penjelasan tambahan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait rencana Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD I) atau rights issue perseroan.
Dalam keterbukaan informasi, CBRE mengungkapkan telah menunjuk empat pihak sebagai Pembeli Siaga (standby buyer) yang akan menyerap sisa saham apabila tidak seluruhnya diambil oleh pemegang HMETD.
Adapun empat pihak yang ditunjuk tersebut yakni PT Gunanusa Utama Fabricators, Global Tower Investments Limited, Andry Hakim, serta Gabriel Rey. Perseroan menegaskan seluruh pihak tersebut tidak memiliki hubungan afiliasi dengan CBRE.
Manajemen menyebut masing-masing standby buyer telah menyampaikan surat pernyataan kesanggupan berikut dokumen pendukung terkait kecukupan dana untuk membeli seluruh sisa saham yang tidak diserap pemegang HMETD sesuai ketentuan yang berlaku.
Langkah penunjukan pembeli siaga ini dilakukan guna memberikan kepastian terhadap penyerapan saham baru yang diterbitkan dalam rights issue sehingga target penghimpunan dana dapat tercapai lebih optimal.
Dalam aksi korporasi tersebut, CBRE berpotensi menghimpun dana hingga sekitar Rp1,91 triliun. Perseroan berencana menerbitkan sebanyak-banyaknya 12,76 miliar saham baru dengan harga pelaksanaan di kisaran Rp100 hingga Rp150 per saham.
Direktur Utama CBRE, Suminto Husin Giman, mengatakan rights issue tetap dijalankan di tengah tantangan kondisi global dan pasar domestik sebagai bentuk komitmen perseroan kepada investor.
“Rights issue ini tetap kami jalankan di tengah tantangan kondisi global dan market domestik karena ini merupakan bentuk komitmen Perseroan kepada investor. Kami optimistis langkah ini dapat memperkuat struktur permodalan sekaligus mendukung pengembangan usaha CBRE ke depan,” ujar Suminto.
Ia juga mengajak investor domestik untuk mendukung dan menyukseskan pelaksanaan rights issue tersebut.
Menurut perseroan, keberadaan standby buyer menjadi bagian penting dalam aksi korporasi ini karena memberikan kepastian terhadap penyerapan saham baru yang diterbitkan. Dengan demikian, fleksibilitas pendanaan dan struktur permodalan CBRE diharapkan semakin kuat untuk mendukung kebutuhan operasional maupun ekspansi usaha di masa mendatang.
Tambahan modal dari rights issue tersebut juga diharapkan membuka ruang lebih besar bagi CBRE dalam menangkap peluang pertumbuhan bisnis di tengah dinamika industri energi dan jasa penunjang yang terus berkembang.


