back to top

MORA Targetkan 5 Juta Homepass Baru Usai Merger

Emitentrust.com – PT Ekamas Mora Republik Tbk (MoraRepublic atau IDX:MORA) menyiapkan langkah ekspansi agresif sepanjang 2026 dengan memperluas ekosistem infrastruktur digital nasional. Setelah resmi menyelesaikan penggabungan usaha, perusahaan menargetkan penambahan 5 juta homepass baru serta perluasan jaringan Fiber to the Home (FTTH) ke 186 kota/kabupaten di Indonesia.

Aksi korporasi besar ini memperkuat posisi MoraRepublic sebagai salah satu pemain utama layanan internet berbasis fiber di Tanah Air, terutama setelah merger yang meningkatkan skala bisnis secara signifikan.

Lonjakan besar terjadi setelah efektifnya penggabungan usaha antara PT Mora Telematika Indonesia Tbk dan PT Eka Mas Republik pada 30 April 2026. Dari aksi ini, total homepass gabungan perusahaan melonjak menjadi lebih dari 12,7 juta homepass.

“Perseroan berhasil menjaga momentum pertumbuhan yang sehat sepanjang tahun 2025 melalui penguatan bisnis inti berupa perluasan jaringan fiber optic, percepatan ekspansi FTTH dan FTTX,” ujar Direktur Utama dan CEO Timotius Max Sulaiman dalam Paparan Publik Tahunan di Jakarta, Senin (15/6/2026).

Sebelum merger rampung, MoraRepublic mencatat kinerja operasional yang solid pada tahun buku 2025:

Homepass organik naik 36% menjadi lebih dari 1 juta
Pelanggan ritel naik 46% menjadi lebih dari 330 ribu
Pendapatan ritel tumbuh 21% menjadi sekitar Rp1,3 triliun

Sementara itu, laba bersih perusahaan melonjak tajam hingga 96,5% menjadi sekitar Rp516 miliar, dari sebelumnya Rp263 miliar pada tahun sebelumnya.

Untuk menjaga momentum pasca-merger, perusahaan menyiapkan ekspansi besar-besaran pada 2026, termasuk:

Penambahan 5 juta homepass baru
Target 1,5 juta pelanggan baru
Ekspansi Fixed Wireless Access (FWA) dengan pembangunan lebih dari 1.000 site baru

Selain itu, penguatan jaringan nirkabel dan fiber menjadi fokus utama untuk memperluas jangkauan layanan ke lebih banyak wilayah Indonesia.

Dari sisi backbone, MoraRepublic juga menggarap proyek strategis Rising 8, yang akan memperkuat konektivitas global perusahaan.

Proyek ini menggunakan jaringan kabel fiber optik bawah laut sepanjang 1.128,5 kilometer, menghubungkan Jakarta – Batam – Singapura dengan teknologi repeater berkapasitas tinggi.

“Kami melihat kebutuhan konektivitas yang terus meningkat sebagai peluang jangka panjang yang akan terus kami optimalkan,” tutup Timotius Max Sulaiman.

Artikel Terkait

BTN Cetak Laba Konsolidasi Rp1,85T, per Mei 2026, Naik 54,37%

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) kembali mencatatkan pertumbuhan kinerja konsolidasi yang positif hingga Mei 2026. Perseroan bersama entitas anak, Bank Syariah Nasional (BSN), berhasil membukukan laba bersih konsolidasi sebesar

HSG Ditutup Melesat 4,12%, Seluruh Sektor Kompak Menghijau

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Senin (15/6/2026) dengan lonjakan signifikan lebih dari 4 persen. IHSG naik 247,31 poin atau 4,12 persen ke level 6.254,97, ditopang penguatan di seluruh sektor.

Pakuwon Jati (PWON) Jadwalkan Dividen Tunai Rp626M, Cum 22 Juni

Pakuwon Jati Tbk (PWON) resmi mengumumkan pembagian dividen tunai untuk tahun buku 2025 berdasarkan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada 11 Juni 2026.

Populer 7 Hari

Berita Terbaru