Emitentrust.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali berada di zona merah pada perdagangan sesi pertama Senin (22/6/2026). IHSG ditutup melemah 77,21 poin atau 1,25% ke level 6.099,92 setelah mayoritas sektor mengalami tekanan jual.
Sepanjang sesi I, IHSG bergerak fluktuatif dengan menyentuh level tertinggi 6.226 dan terendah 6.052. Indeks dibuka di level 6.177 sebelum akhirnya terkoreksi hingga penutupan sesi siang.
Pelemahan IHSG dipicu oleh turunnya 10 indeks sektoral. Sektor kesehatan menjadi pemberat terbesar setelah anjlok 2,58%, disusul sektor perindustrian yang turun 2,09% dan sektor barang konsumen siklikal yang melemah 2%.
Sementara itu, hanya satu sektor yang berhasil bertahan di zona hijau, yakni sektor properti yang naik tipis 0,02%.
Aktivitas perdagangan tercatat mencapai 13,42 miliar saham dengan nilai transaksi Rp7,61 triliun. Sebanyak 476 saham melemah, 200 saham menguat, dan 135 saham bergerak stagnan.
Pada kelompok saham yang menguat, PT Akasha Wira International Tbk (ADES) melonjak Rp3.925 menjadi Rp30.325 per saham. Kemudian PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) naik Rp2.600 menjadi Rp18.925 per saham dan PT Metropolitan Kentjana Tbk (MPRO) menguat Rp650 menjadi Rp8.000 per saham.
Di sisi lain, saham PT Sinar Mas Multiartha Tbk (SMMA) turun Rp875 menjadi Rp22.000 per saham. Disusul PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk (SRAJ) yang melemah Rp650 menjadi Rp10.350 per saham dan PT Singaraja Putra Tbk (SINI) yang terkoreksi Rp600 menjadi Rp9.775 per saham.
Untuk saham teraktif, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) mencatat frekuensi transaksi tertinggi sebanyak 72.352 kali dengan nilai transaksi Rp957 miliar. Disusul PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) sebanyak 55.199 kali senilai Rp591 miliar dan PT Bumi Resources Tbk (BUMI) sebanyak 32.165 kali dengan nilai transaksi Rp217 miliar.
Pada indeks LQ45, saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) menjadi top loser setelah turun 4,71%. Kemudian PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) melemah 4,63% dan PT Darma Henwa Tbk (DEWA) terkoreksi 4,35%.
Sementara itu, saham-saham LQ45 yang masih mampu mencatatkan penguatan dipimpin PT Vale Indonesia Tbk (INCO) yang naik 3,45%. Selanjutnya PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) menguat 3,27% dan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) naik 2,22%.


