Emitentrust.com – PT Nitrasanata Dharma Tbk (JECX) resmi mencatatkan saham perdananya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (7/7/2026) sebagai emiten ketiga yang melantai di BEI sepanjang 2026. Pada debut perdagangannya, saham JECX langsung melesat 25,80% ke level Rp1.560 dari harga penawaran Rp1.250 per saham.
Melalui penawaran umum perdana saham (IPO), Perseroan melepas 487.983.500 saham atau setara 15% dari modal ditempatkan dan disetor setelah IPO. Jumlah tersebut terdiri atas 325.322.300 saham baru (10%) dan 162.661.200 saham divestasi milik Dr. dr. Waldensius Girsang, Sp.M(K) (5%). Dari aksi korporasi ini, JECX berhasil menghimpun dana sebesar Rp609,98 miliar, yang terdiri dari Rp406,65 miliar hasil penerbitan saham baru dan Rp203,33 miliar dari penjualan saham divestasi. Dengan harga IPO tersebut, kapitalisasi pasar Perseroan saat pencatatan mencapai sekitar Rp4,07 triliun.
Minat investor terhadap IPO JECX juga tergolong tinggi. Perseroan mencatat tingkat oversubscribe 62,5 kali pada porsi penjatahan terpusat (pooling) dengan partisipasi sebanyak 555.699 investor, mencerminkan tingginya kepercayaan pasar terhadap prospek bisnis jaringan layanan kesehatan mata tersebut.
Presiden Direktur PT Nitrasanata Dharma Tbk, Dr. dr. Johan A.M.M. Hutauruk, Sp.M(K), menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung proses IPO. Menurutnya, dana hasil penerbitan saham baru akan digunakan untuk memperkuat struktur permodalan melalui pelunasan sebagian pinjaman perbankan, mendukung pengembangan entitas anak, serta memenuhi kebutuhan modal kerja.
Salah satu fokus utama penggunaan dana adalah pembangunan JEC Bali @ Sanur di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sanur yang diproyeksikan menjadi pusat layanan kesehatan mata berstandar global dengan konsep Blue Hospital. Fasilitas tersebut diharapkan mampu menangkap peluang pertumbuhan sektor medical tourism, baik dari pasien domestik maupun mancanegara.
Direktur PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk selaku Penjamin Pelaksana Emisi Efek, David Agus, menilai IPO JECX menjadi momentum penting bagi pengembangan industri layanan kesehatan di pasar modal Indonesia. Ke depan, Perseroan akan melanjutkan strategi pertumbuhan melalui pengembangan layanan kesehatan mata terintegrasi, ekspansi jaringan, transformasi digital, serta peningkatan standar tata kelola dan kualitas layanan, termasuk proses memperoleh sertifikasi Joint Commission International (JCI) Enterprise.


