back to top

MDRN Raup Laba Rp70,1M di 2025, RUPST Putuskan Tak Bagi Dividen

Emitentrust.com – PT Modern Internasional Tbk. (MDRN) memutuskan tidak membagikan dividen kepada pemegang saham meski berhasil membukukan laba komprehensif sebesar Rp70,13 miliar sepanjang tahun buku 2025. Keputusan tersebut disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada 13 Juli 2026.

Berdasarkan risalah RUPST yang disampaikan Perseroan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (15/7), rapat dihadiri pemegang saham yang mewakili 5.282.338.705 saham atau 69,21% dari seluruh saham dengan hak suara yang sah.

Dalam agenda penggunaan laba bersih, para pemegang saham menyetujui usulan Direksi untuk tidak membagikan dividen dari laba komprehensif tahun buku 2025 sebesar Rp70.132.777.926. Keputusan tersebut diambil secara musyawarah mufakat dan memperoleh dukungan 99,96% suara yang hadir dalam rapat.

Selain itu, RUPST juga menyetujui Laporan Tahunan dan mengesahkan Laporan Keuangan Tahun Buku 2025, sekaligus memberikan pelunasan dan pembebasan tanggung jawab (acquit et de charge) kepada Direksi dan Dewan Komisaris atas tindakan pengurusan dan pengawasan selama tahun buku 2025.

Rapat juga memberikan kewenangan kepada Dewan Komisaris untuk menetapkan besaran gaji dan tunjangan Direksi serta Komisaris untuk tahun buku 2026. Sementara itu, penunjukan Akuntan Publik yang akan mengaudit laporan keuangan tahun buku 2026 akan ditentukan kemudian dengan mempertimbangkan kondisi keuangan Perseroan.

Artikel Terkait

Direktur KKGI Winanto Mengundurkan Diri

Emitentrust.com - PT Resource Alam Indonesia Tbk. (KKGI) mengumumkan...

Dana Obligasi RMKE Hampir Habis, Sisanya Masuk BNII Berbunga 6 Persen

PT RMK Energy Tbk. (RMKE) menyampaikan bahwa telah merealisasikan penggunaan dana hasil Penawaran Umum Obligasi Berkelanjutan I RMK Energy Tahap II Tahun 2026 sebesar Rp562,15 miliar hingga 30 Juni 2026.

Ditegur BEI, MKNT Akui Salah Sajikan Laporan Keuangan

PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk. (MKNT) memberikan penjelasan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait sejumlah pertanyaan atas penyajian laporan keuangan

Populer 7 Hari

Berita Terbaru