back to top

BEI Interogasi NAYZ, Kas Rp78M Mau Akuisisi dan Siapkan Rights Issue

Emitentrust.com- Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali meminta penjelasan lanjutan kepada PT Hassana Boga Sejahtera Tbk (NAYZ) terkait rencana pengambilalihan Perseroan oleh Saiko Consultancy Pte Ltd (Saiko).

Dalam surat permintaan penjelasan lanjutan VII, Bursa menyoroti sejumlah aspek, mulai dari rencana penggunaan kas hasil penjualan aset, tahapan akuisisi, hingga aksi korporasi yang akan dilakukan setelah perubahan pengendalian.

BEI menilai penjualan seluruh aset tetap eksisting berpotensi menghasilkan dana sekitar Rp58,51 miliar. Ditambah saldo kas Perseroan sekitar Rp19,70 miliar, total kas yang akan dimiliki NAYZ diperkirakan mencapai Rp78,22 miliar, atau sekitar 118,72% dari total ekuitas Perseroan pada 2025.

Menanggapi hal tersebut, manajemen NAYZ pada Kamis (23/7) menyatakan hingga saat ini belum menetapkan rencana penggunaan dana. Perseroan menjelaskan struktur, alokasi, besaran, maupun waktu penggunaan kas tersebut masih dalam pembahasan internal manajemen.

Perseroan menegaskan informasi lebih lanjut akan disampaikan kepada regulator dan pemegang saham apabila rencana penggunaan dana tersebut telah memenuhi ketentuan sebagai Transaksi Material sesuai POJK Nomor 17/POJK.04/2020.

BEI juga meminta penjelasan mengenai upaya Perseroan mengoptimalkan dana kas yang besar setelah penjualan aset. Namun, NAYZ kembali menyatakan bahwa strategi pemanfaatan dana masih dalam tahap penyusunan sehingga belum dapat dipublikasikan.

Akuisisi Saiko Dilakukan Dua Tahap

Dalam tanggapannya, Perseroan mengungkapkan proses pengambilalihan oleh Saiko Consultancy Pte Ltd akan dilakukan dalam dua tahap.

Tahap pertama ditargetkan selesai paling lambat pada kuartal III 2026, di mana Saiko akan membeli 750 juta saham milik PT Asia Intrainvesta dengan harga sekitar Rp23,5 per saham.

Selanjutnya, setelah pelaksanaan Mandatory Tender Offer (MTO), Saiko memiliki opsi membeli tambahan hingga 250 juta saham dari PT Asia Intrainvesta dengan harga yang sama. Perseroan menjelaskan transaksi tahap kedua bersifat opsional.

Siapkan Rights Issue untuk Inbreng Perusahaan Saiko

Selain proses akuisisi, NAYZ juga mengungkapkan rencana aksi korporasi dalam 12 bulan ke depan, yakni menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) guna meminta persetujuan atas Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau rights issue.

Dana dan saham hasil rights issue tersebut direncanakan akan digunakan untuk inbreng atau memasukkan perusahaan milik Saiko ke dalam NAYZ sebagai bagian dari strategi pengembangan bisnis pasca perubahan pengendalian.

Penjualan Aset Wajib Kantongi Restu RUPS

BEI juga mengingatkan bahwa nilai rencana penjualan aset tetap Perseroan mencapai sekitar 88,81% dari ekuitas, sehingga berdasarkan POJK Nomor 17/POJK.04/2020 transaksi tersebut wajib memperoleh persetujuan pemegang saham melalui RUPS.

Menanggapi hal itu, NAYZ menyatakan akan terlebih dahulu memperoleh persetujuan RUPS sebelum melaksanakan transaksi material tersebut. Perseroan juga memastikan akan terus berkoordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) agar seluruh proses perubahan kegiatan usaha maupun transaksi material berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

Hingga saat ini, Perseroan menyatakan belum terdapat informasi material lainnya yang dapat memengaruhi kelangsungan usaha maupun harga saham selain yang telah diungkapkan kepada publik.

Artikel Terkait

Bank Jago (ARTO) Lapor Hasil MESOP, Tak Ada Karyawan Eksekusi Opsi Saham

PT Bank Jago Tbk (ARTO) melaporkan tidak terdapat pelaksanaan hak opsi saham dalam Program Management and Employee Stock Option Plan (MESOP) selama periode pelaksanaan 2 Juni hingga 14 Juli 2026.

Kuasai 34,56%! Triple Berkah Resmi Jadi Pengendali Baru Megalestari Epack (EPAC)

PT Triple Berkah Bersama resmi menyelesaikan pengambilalihan 1.141.671.100 saham PT Megalestari Epack Sentosaraya Tbk (MEPS) pada 23 Juli 2026. Jumlah tersebut setara dengan 34,56% dari seluruh saham yang telah ditempatkan dan disetor

Grup Bakrie (ENRG) Hari Ini Tawarkan Obligasi Rp250M Berbunga 8,95%

PT Energi Mega Persada Tbk (EMP/ENRG) grup Bakrie resmi menawarkan Obligasi Berkelanjutan I Tahap IV Tahun 2026 senilai Rp250 miliar pada Kamis (23/7/2026). Penerbitan surat utang tersebut merupakan bagian dari program Penawaran Umum

Populer 7 Hari

Berita Terbaru