back to top

Laba Bank JTrust (BCIC) Anjlok 29% di Semester I 2026, Pendapatan Bunga Ikut Drop

Emitentrust.com – PT Bank JTrust Indonesia Tbk (BCIC) membukukan laba bersih sebesar Rp80,23 miliar pada semester I/2026 atau turun sekitar 29% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp112,95 miliar.

Berdasarkan laporan keuangan perseroan yang dipublikasikan pada Jumat (24/7) disebutkan, penurunan laba sejalan dengan melemahnya pendapatan bunga neto yang tercatat sebesar Rp360,97 miliar hingga 30 Juni 2026, turun dari Rp390,29 miliar pada semester I/2025.

Di sisi lain, pendapatan operasional lainnya juga mengalami penurunan menjadi Rp139,10 miliar dibandingkan Rp153,95 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Sementara itu, beban operasional lainnya ikut menyusut tipis menjadi Rp417,15 miliar dari Rp420,54 miliar.

Kondisi tersebut membuat laba operasional perseroan turun menjadi Rp82,93 miliar dari Rp123,69 miliar pada semester I/2025. Adapun laba sebelum pajak tercatat sebesar Rp80,23 miliar, lebih rendah dibandingkan Rp112,85 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Sejalan dengan penurunan laba, laba per saham dasar (basic earnings per share) ikut turun menjadi Rp4,43 per saham dari Rp6,23 per saham pada semester I/2025.

Dari sisi neraca, total aset Bank JTrust meningkat menjadi Rp39,83 triliun hingga 30 Juni 2026, dibandingkan Rp39,34 triliun pada 31 Desember 2025.

Sementara itu, total liabilitas perseroan relatif stabil di level Rp35,91 triliun hingga akhir Juni 2026, dibandingkan Rp35,92 triliun pada akhir 2025.

Artikel Terkait

Disorot BEI, Saham Terbang Ratusan Persen Ini Masih Ngegas di Sesi I

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencermati pergerakan harga saham PT Alakasa Industrindo Tbk (ALKA) setelah mengalami kenaikan yang di luar kebiasaan atau Unusual Market Activity (UMA).

IHSG Anjlok 1,75% di Sesi I, Seluruh Sektor Kompak Merah

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan hebat pada perdagangan sesi pertama Jumat (24/7/2026). IHSG ditutup merosot 110,67 poin atau 1,75% ke level 6.204,63, seiring aksi jual yang melanda hampir seluruh saham di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Grup Salim (DNET) Amankan Kredit Rp2T Tanpa Agunan dari Bank SMBC

PT Indoritel Makmur Internasional Tbk (BEI: DNET) memperoleh fasilitas Revolving Credit Facility (RCF) senilai Rp2 triliun dari PT Bank SMBC Indonesia Tbk. Menariknya, fasilitas pembiayaan tersebut diberikan tanpa agunan atau clean facility.

Populer 7 Hari

Berita Terbaru